Satu Ton Lebih dari Gerakan 3 Jam

Salah satu peserta grebek sampah, Ronnie Stanley menunjukkan botol obat yang ditemukan di Pantai Holtekam, Jumat (17/9). Grebek sampah ini dalam rangka World Clean Up Day dan dari kegiatan sekitar 3 jam diperoleh sampah 1 ton lebih. ((Gamel Cepos))

JAYAPURA – Sampah diwilayah pesisir Kota Jayapura dipastikan tidak akan pernah habis. Sampah berbagai macam jenis dan bentuk ini diyakini akan terus menghiasi bibir pantai selama karakter “nyampah” warga kota tak hilang. Ini yang terlihat dari aksi bersih sampah, World Clean Up Day yang digelar di depan Venue Dayung, Holtekamp. Dari kegiatan yang berlangsung sekitar 3 jam ini peserta berhasil mengumpulkan sampah seberat 1.127 Kg atau satu ton lebih.
Jumlah ini terdiri dari sampah botol kaca seberat 495 Kg dan sampah botol plastic seberat 323 Kg. Wakil Wali Kota Jayapura, Ir H Rustan Saru MM menyampaikan bahwa tahun ini aksi yang dilakukan adalah lebih pada gerakan memilah sampah dari rumah. Memilah sampah memiliki poin positif karena untuk sampah organic efeknya memberi bau busuk ke udara dan bisa menimbulkan peyakit. Jika ini dipisah kemudian ditanah tentu masih bisa dibuat menjadi pupuk sekaligus mengurangi bau. Sedangkan yang non organic masih bisa diolah kembali.
Persoalan sampah nampaknya tidak habis – habisnya apalagi data International Earth Science Information Network menyebut jika Indonesia masuk menjadi 10 negara terkotor di dunia dan hasil riset KLHK, Indonesia merupakan negara peringkat kedua penghasil sampah plastic di laut. Artinya masyarakat Indonesia belum mampu mengelola sampah dengan baik. Rustan menyampaikan bahwa setiap orang wajib melakukan pemilahan sampah dari sumber, minimal memisahkan sampah organic yaitu sampah yang dapat diuraikan leh mikro organisme seperti kulit buah, sisa makanan, sisa sayuran atau dedaunan dan sampah non organic yaitu sampah yang tak dapat diuraikan mikro organisme seperti kemasan plastic, kemasan kaca, besi dalm lainnya.
“Saya mengajak seluruh masyarakat kota untuk melakukan pemilahan sampah dari sumbernya yaitu rumah masing – masing. Dengan pemilahan ini kita menyelamatkan diri kita dan lingkungan termasuk terkait permasalahan yang timbul akibat sampah dan masalah estetika,” beber Rustan saat membuka kegiatan bersih – bersih sampah di Holtekam, kemarin. Sementara dari hasil grebek sampah ini beberapa peserta masih menemukan adanya limbah B3 atau limbah medis di pesisir pantai.
“Tadi ada botol kecil yang biasa berisi cairan suntik dan ada juga botol infus. Benda – benda ini seharusnya masih dalam incinerator dan dihancurkan disitu karena termasuk berbahaya,” beber Stanly onnie dari Rumah Bakau Jayapura. Ia juga menyampaikan bahwa penanganan sampah sebaiknya dilakukan dari hulu ke hilir namun untuk menumbuhkan kesadaran warga paling tidak kegiatan pembersihan ini bisa menjadi pemantik semangat untuk lahirnya kepedulian. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *