Cegah Ojek Liar, Pengojek OAP Diminta Urus KPPO

Para Pengojek di Jayawijaya saat mendapat Sosialisasi dari Dinas Perhubungan untuk mengurus KPPO, Jumat (17/9). (Denny/ Cepos )

WAMENA – Kepala Bidang Rekayasa Lalu Lintas di Dinas Perhubungan Kabupaten Jayawijaya, Jefri Simon Souisa meminta pengojek Orang Asli Papua (OAP) di Jayawijaya untuk juga mengurus Kartu Pengendali, Pengemudi Ojek (KPPO). Hal ini dilakukan guna mencegah adanya pengojek liar yang beroperasi di Jayawijaya. Sebab dari beberapa kali razia ditemukan sejumlah pengojek OAP tidak memiliki KPPO.
“Ada kendaraan yang lengkap, ada yang tidak, terutama saudara-saudara kita yang putra asli, sehingga kami memohon supaya mereka juga bisa melengkapi KPPO untuk kendaraan yang mereka gunakan,” ungkapnya jumat (17/9) kemarin
Pemerintah menerapkan KPPO bagi pengojek untuk mencegah adanya tindak kriminal dari oknum yang mengaku sebagai pengojek. Sebab saat ini diketahui bersama sering terjadi aksi -aksi kriminal sehingga pemerintah harus mengambil langkah seperti ini.
“Kami merangkul mereka supaya mereka juga bisa menertibkan kota ini dan bekerjasama dengan kita di dinas perhubungan dalam melakukan pengurusan KPPO,” jelasnya
KPPO dikeluarkan untuk mencegah pengojek liar serta memudahkan pemerintah serta komunitas pengojek memantau aktivitas pengojek yang terdata di masing-masing pangkalan. Sehingga semua pengojek yang beroperasi itu terdata.
“Syarat mendapatkan KPPO sangat mudah, yaitu harus bergabung dengan pangkalan ojek terdekat agar mudah dimonitor, serta harus menyertakan salinan STNK, KTP dan surat izin mengemudi.”jelasnya
Berdasarkan pantauan Dinas Perhubungan, masih sangat minimnya angkutan penumpang di Jayawijaya mendorong jumlah pengojek sangat banyak di Wamena. “Kita lihat sekarang karena minimnya transportasi maka pengojek yang beroperasi ini sangat banyak , dan ini membantu masyarakat untuk melakukan aktifitasnya setiap hari, kita tak bisa pungkiri itu sehingga perlu ada KPPO yang diurus setiap Pengojek,”bebernya
Ia mengaku jika pengojek ini sebenarnya perannya sangat besar dalam membantu masyarakat hanya saja perlu menyatukan harga trayek. “Ada beberapa laporan dari warga jika ada beberapa pengojek yang menerapkan harga kepada penumpang itu sesukanya, ini yang perlu kita tertibkan sehingga tidak memberatkan penumpang dan layak bagi pengojek,”tutupnya.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *