Bupati Keerom Copot Kepala Puskesmas Milki

Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut., MUP, saat berbincang-bincang dengan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom, dr. Angel.JE.Ansanay, M.Kes di sela-sela meninjau Bank Darah di samping RSUD Kwaingga Swakarsa, Kabupaten Keerom, Jumat (17/9). (Yewen/Cepos )

KEEROM- Penarikan tenaga medis (nakes) dari Puskesmas Milki Distrik Towe Kabupaten Keerom secara sepihak tanpa koordinasi dan komunikasi terlebih terhadap Bupati Keerom membuat Piter Gusbager, S.Hut., MUP, selaku Bupati Keeerom, sekaligus Pembina Kepegawaian marah terhadap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom.
Hal ini membuat, Bupati Keerom di depan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom, Angel.JE.Ansanay, M.Kes, melakukan pemecatan terhadap Kepala Puskesmas Milki yang menarik semua tenaga medis dari Puskesmas Milki tanpa koordinasi dan komunikasi terlebih dahulu ke Bupati Keerom.
Bupati Keerom, Piter Gusbager mengungkapkan, penarikan tenaga medis di Kampung Milki tanpa koordinasi dengan dirinya selaku Bupati Keerom. Hanya mendengar isu-isu kejadian di Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang, tanpa melakukan koordinasi terlebih dahulu, Kepala Puskesmas Milki memerintahkan tenaga kesehatan untuk meninggalkan Kampung Milki. Padahal situasi keamanan di Milki aman-aman saja.
“Saya pikir ini pelajaran untuk Kepala Puskesmas yang lain. Saya pikir ketika kondisi masih kita koordinasikan dan komunikasikan jangan mengambil langkah yang terlalu jauh,” katanya kepada wartawan disela-sela meninjau Bank Darah yang berada di samping RSUD Kwaingga, Swakarsa, Kabupaten Keerom, Jumat (17/9).
Gusbager mengatakan, memang ada beberapa masukan mengenai Puskesmas Milki dan Puskesmas lain. Di mana sudah ada masukan-masukan kepada pihaknya selaku kepala daerah.
“Tadi saya perintahkan untuk segera ganti Kepala Puskesmas Milki. Memang sebenarnya jarang di tempat. Hanya dengan isu kejadian di Pegunungan Bintang langsung memerintahkan nakes untuk meninggalkan Kampung Milki. Kok bisa seperti itu,” sesalnya lagi. “Kita sudah evaluasi dan kita hentikan,” tegasnya.
Gusbager menyampaikan, selaku Bupati dirinya sudah melakukan komunikasi dengan para tokoh adat, tokoh pemuda dan para tokoh di Kampung Milki, situasi dan kondisi di sana aman-aman saja dan masyarakat Milki ada baik-baik saja di sana.
Gusbager menjelaskan, jika di lihat dalam peta posisi Kiwirok dengan Milki ratusan kilo meter. Selain itu, di Keerom sendiri ada pos-pos pengamanan masa mereka mau lari ke bagian barat tentu hal ini tidak mungkin.
“Daerah Keerom ini masih aman. Jangan sampai membangun isu-isu yang membuat masyarakat resah. Sejauh ini Keerom aman. Saya pikir semua pihak lagi menjaga Keerom, termasuk masyarakat lagi menjaga Keerom,” ucapnya.
Gusbager meminta kepada tenaga kesehatan yang pulang dari Milki ke kota agar segera balik ke tempat tugas untuk melaksanakan tugas pelayanan kesehatannya. “Saya tunggu sampai minggu depan tidak balik saya hentikan semua hak-hak mereka,” tegasnya. (bet/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *