Regulasi dari Pemerintah Langkah Awal Lindungi Situs Gunung Srobu

Diskusi Publik yang dilakukan oleh Balai Arkeologi Provinsi Papua di Hotel Grand Abe pada Rabu (15/9) kemarin. (Ayu/cepos )

JAYAPURA – Situs gunung Srobu yang berada di Distrik Abepura perlu menjadi perhatian semua pihak, pasalnya sejak ditemukan sejak 2014 belum ada langkah-langkah yang strategis untuk melindungi situs warisan budaya Papua.
Padahal situs Gunung Srobu menunjukkan berbagai macam peninggalan prasejarah yang sangat memukai. Dari peninggalan tersebut menggambarkan peradaban nenek moyang orang Papua periode 400 Masehi.
Hal ini terungkap dalam diskusi publik tentang Pelestarian Situs Gunung Srobu dalam rangka menindaklanjuti penelitian arkeologi Situs Gunung Srobu mengenai strategi pengembangan situs di Grand Abe Hotel pada Rabu (15/9) kemarin.
Peneliti Muda Balai Arkeologi Papua, Erlin Novita Idje Djami. S.S, M. SI mengaku perlindungan dan pelestarian Situs Gunung Srobu membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. “Pada diskusi ini semua pihak menyetujui bahwa regulasi atau kebijakan pemerintah menjadi langkah awal yang penting dalam upaya perlindungan dan juga pemanfaatan situs ini, sehingga dapat dipergunakan dengan baik,ujarnya kepada wartawan di sela-sela diskusi publik.
Dwi Agus Prasetyo dari Kanwil Kemenkumham mengatakan memang ada pengkajian pada UU No.11 tahun 2010 mengenai registrasi cagar budaya mulai dari pendaftaran, pengkajian dan penetapan. “Penetapan ini dilakukan oleh bupati atau wali kota di daerah. Sehingga perlu adanya pendekatan ke Pemerintah Daerah untuk menyusun Raperda atau kebijakan terkait pelestarian dan perlindungan seni dan budaya,”jelasnya.
Erlin menambahkan, jika Situs Sejarah Seperti Gunung Srobu ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya maka akan memberikan dampak yang besar dari berbagai macam aspek. “Dari jejak sejarah seperti ini kita bisa benar-benar mengetahui betapa luar biasanya peradaban nenek moyang kita, dan warisan nenek moyang ini benar-benar bisa sampai kepada kita dan generasi selanjutnya. Pemberdayaan dan pemanfaatan situs ini kelas mampu mensejahterakan masyarakat dari berbagai macam aspek. Mulai dari aspek pendidikan, sosial, ekonomi dan budaya,”tandasnya. (cr-265/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *