Terdakwa Anggota KKB Meninggal Dunia Di RSUD Wamena Karena TBC

Terdakwa Oniara Wonda anggota KKB dari kelompok Purom Wenda dan Goliat Tabuni yang saat disidangkan menggunakan kursi roda dan Tabung oksigen,beberapa waktu lalu. Ft: Kajari Jayawijaya for cepos

WAMENA- Terdakwa kasus penyerangan di Distrik Indawa Kabupaten Lanny Jaya dan dan Kabupaten Puncak Jaya atas nama Oniara Wonda yang merupakan anggota KKB tergabung dalam kelompok Purom Wenda dan Goliat Tabuni, dinyatakan meninggal Dunia Di RSUD Wamena karena sakit.

Terdakwa Oniara Wonda sebelumnya diserahkan kejaksaan Negeri jayawijaya untuk proses hukum penyerangan di Indawa yang menewaskan dua anggota Kepolisian pada 22 april, namun kondisi kesehatannya semakin memburuk sehingga 28 juni dimasukan ke RSUD Wamena menjalani perawatan.

Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya DR.Andre Abraham, SH, LLM menyatakan terdakwa Oniara Wonda dinyatakan meninggal Dunia pada minggu 13 september Wamena karena menderita penyakit TBC dan telah dimakamkan TPU sinakma Wamena yang dikawal tim dari Kejaksaan, Satgas Nemangkawi dan Kepolisian resot Jayawijaya serta keluarga yakni Ibu dan saudara Sepupunya yang selama ini menjaga terdakwa di RSUD Wamena.

“Benar terdakwa Oniara Wonda telah dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis minggu kemarin pukul 15.50 wit di RSUD Wamena dan senin kemarin sudah kami lakukan pemakaman ,”ungkapnya kepada ceposonline selasa (14/9)

Andre Menyatakan sejak diserahkan ke kejaksaan beberapa bulan lalu, yang bersangkutan tak bisa mengikuti sidang selama 3 kali secara beruntun karena sakit sehingga selalu ditunda majelis Hakim yang dideritanya, sementara untuk sidang ke 4 dan 5 terdakwa bisa dihadirkan dengan menggunakan kursi roda dan tabung oksigen karena sesak napas sehingga kembali majelis hakim harus menunda sidang karena yang bersangkutan tidak dalam kondisi sehat.

” pada sidang ketujuh majelis hakim yang bersangkutan tak bisa mengikuti sidang karena kondisi kesehatannya terus menurun sehingga majelis hakim harus mengembalikan berkas perkara kepada kami untuk menunggu proses penyembuhan yang bersangkutan,”jelasnya.

Dalam sidang yang dilakukan di pengadilan negeri Wamena, dakwaan yang sudah disiapkan oleh jaksa belum sempat dibacakan didepan majelis hakim karena sewaktu terdakwa bisa dihadirkan namun kesehatannya tak mengungkinkan sehingga dilakukan penundaan sidang

Terkait dengan meninggalnya Terdakwa Oniara Wonda ini, kata Andre Abraham, berdassrkan Pasal 77 KUHP maka kewenagan penuntutannya dihapus karena terdakwa meninggal dunia dan perkara ini akan ditutup dan dinyatakan selesai.

“Pasal Primair yang disangkakan kepada terdakwa 340 Jo pasal 55 ayat (1)Ke 1 KUHP Subsidair pasal 338 Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Kedua Premair 170 ayat 2 KUHP Subsidair Pasal 170 Ayat (2) ke -1 KUHP atau ketiga pasal 365 Ayat (4) KUHP.”katanya.(jo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *