Di Tengah Pandemi, Pernikahan Dini Sangat Tinggi

Olvi Mandala, S.Sos, M.Si (Sulo/Cepos)

Sejak Januari Tercatat Lebih 100 Pasangan

MERAUKE-Di masa pandemi Covid-19, ternyata pernikahan dini meningkat tajam. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Kabupaten Merauke Olvi Mandala, S.Sos, M. Si, mengungkapkan, bahwa sejak Januari sampai pertengahan bulan September 2021, jumlah pernikahan dini di Kabupaten Merauke lebih dari 100 pasangan.

   “Sejak Januari sampai pertengahan bulan ini, jumlah pernikahan dini lebih dari 100 orang. Jadi di masa pandemi saat ini, justru pernikahan dini sangat tinggi,” katanya.

  Olvi Mandala menjelaskan bahwa adanya pernikahan dini terungkap ketika dari KUA meminta pendapat kepada pihaknya terkait dengan pasangan yang datang ke KUA meminta dinikahkan, namun umur salah satu pasangan atau keduanya terutama wanita masih di bawah umur.

   “Rekomendasi kami sangat jelas, kalau umur belum genap 19 tahun, kami tidak bisa rekomendasi untuk dinikahkan,” katanya.

   Olvi Mandala menilai bahwa penyebab terjadinya pernikahan dini ini diantaranya, kurangnya perhatian dan pengawasan orang tua terhadap anak. “Sekarang orang tua lebih disibukan dengan HP. Bapak ibu main HP, anak juga main HP sendiri. Saat tidur, orang tua tidak pernah mengecek anak apakah sudah tidur atau justru main HP,” katanya.

   Selain kurang pengawasan orang tua, penyebab lainnya adalah perkembangan teknologi khususnya dengan adanya HP Android saat ini. ‘Dengan HP android, semua anak dengan leluasa mengakses informasi maupun video-video orang dewasa,” jelasnya.

  Olvi Mandala menyebut, pernikahan dini di masa pandemi ini terjadi di Distrik Semangga, Tanah Miring dan Kurik. Karena itu, jelas Olvi Mandala, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan sosialisasi di ketiga distrik tersebut.” Rencana besok, kita akan turun ke distrik secara bergantian memberikan sosialisasi  sehubungan dengan pernikahan dini ini,” tandasnya. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *