PON Ajang Pesta Para Atlet, Bukan Pejabat

Salah satu baliho sosialisasi PON milik pemerintah yang ada di jalan utama kota Sentani Kabupaten Jayapura, Selasa (14/9). Ft: Robert Mboik/Cepos

Pajang Foto Atlet, Bukan Pejabat Melulu
SENTANI- Ajang perhelatan Pekan Olahraga Nasional XX Papua yang siap diselenggarakan tinggal menghitung hari ini, hendaknya menjadi ajang pestanya para atlet. Hal ini semestinya dapat dilihat dari bagaimana keterlibatan para atlet dalam mensosialisasikan PON XX 2021 Papua.
Ketua LSM Papua Bangkit, Hengki Yoku ikut menyoroti langkah pihak penyelenggaran mulai dari PB PON hingga diSub PB PON. Dimana dia menganggap, pemerintah telah mengabaikan sosialisasi PON Papua untuk bagaimana membangkitkan euforia dari masyarakat.
“Pemerintah dalam hal ini PB PON Papua gagal melakukan sosialisasi secara baik tentang pelaksanaan event Pekan Olahraga Nasional Papua, ” ujarnya kepada wartawan di Sentani, Selasa (14/9).
Sebagai contoh kecil, dalam hal pemasangan baliho di seluruh wilayah cluster Kota Jayapura dan Cluster Kabupaten Jayapura saja, foto foto baliho lebih didominasi oleh muka para pejabat daerah. Lantas hal ini kata dia, tidak akan memberikan daya tarik bagi masyarakat kecil ditingkat akar rumput untuk ambil bagian dalam hajatan ini.
“Yang kita lihat dari Depapre sana sampai di Sentani sini, bahkan sampai ke Besji, Kerom sana, spanduk dan baliho yang dipasang, itu gambar-gambar yang ditonjolkan itu para pejabat, diantaranya wakil ketua DPR Yunus wonda kemudian ada Kenius kogoya, dan lainya. Di mana-mana kalau penyelenggaraan event Olahraga Nasional ini, itu pestanya para atlet sehingga yang ditonjolkan itu adalah wajah-wajah dari para atlet dari daerah itu, bukan pejabatnya, ” tegasnya.
Sehingga tidaklah heran apabila pelaksaanaan PON Papua ini terkesan euforianya hanya ada dikalangan pejabat. Masyarakat kecil sebagian besarnya tidak mengetahui manfaatnya apalagi bicara dari sisi ekonominya. Karena itu, bisa dipastikan keterlibatan rakyat dalam PON ini pasti sangat minim. Karena itu, bertepatan dengan PON ini, masyarakat lebih menginginkan sosok atlet yang ditampilkan. Karena dari merekalah atlet itu berasal. Ada kebanggaan tersendiri yang dirasakan masyarakat apabila atlet ini diorbitkan. Karena itu dia menyarankan, pemerintah semestinya menampilkan para atlet daerah dihadapan publik. Inilah waktunya untuk mereka. Apakah itu foto dalam bentuk baliho dengan gubernur, bupati atau pejabat siapa pun yang penting ada wajah-wajah para atletnya.
“Kenapa hanya foto Kenius Kogoya dengan Yunus wonda, mereka Prestasi apa di bidang olahraga, ” ujarnya.
Karena itu dia meminta agar para pejabat jangan menjadikan moment ini sebagai ajang untuk mencari panggung menuju 2024. Harus dapat dipisahkan antara politik dan event olahraga. Karena itu, dengan lantang dia menyebut event Pon ini jangan sampai dijadikan sebuah proyek bagi segelintir pejabat. Karena Sesungguhnya masyarakat tidak akan merasakan manfaat pelaksanaan Pon Papua ini. Karena sampai saat ini pun secara ilmiah belum ada pakar yang bisa memberikan statement atau pernyataan bahwa dengan hadirnya PON, akan ada nilai tambah ekonomi rakyat.
“Naiknya sektor UKM, tidak ada pakar yang bisa membuktikan itu. Oleh karena itu saya sebagai ketua LSM Papua bangkit mengkritisi orang-orang di sekitar gubernur. Mereka memberikan masukan-masukan yang keliru kemudian juga Gubernur tidak mengambil kebijakan-kebijakan yang bisa menyentuh kepentingan rakyat banyak dalam rangka suksesnya Pon 20 tahun 2021,” tambahnya. (roy).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *