Jembatan Penyeberangan Mulai Dijadikan Spot Foto

Seorang warga Kota Jayapura melintas di jembatan penyeberangan di depan SMP YPPK Gembala Baik, Padang Bulan, Senin (13/9). Jembatan ini mulai digandrungi pecinta fotografi di Jayapura dengan menjadikan sebagai satu spot foto. (Gamel Cepos)

JAYAPURA – Dua lokasi jembatan penyeberangan yang baru saja dibangun pemerintah baik di depan GOR Cenderawasih maupun depan SMP YPPK Gembala Baik Padang Bulan meski belum diresmikan namun warga terlihat mulai memanfaatkan fasilitas tersebut. Bentuknya yang lebih nyaman dan luas membuat warga tak sungkan untuk meniti jalur ini ketimbang lewat bawah yang sudah pasti banyak kendaraan. Dua jembatan ini jika malam juga mulai ramai digunakan anak muda kekinian sebagai spot foto. Apakah sekedar untuk pansos maupun bersantai sambil selfie.
“Yang jelas lebih menarik kalau malam hari karena lampunya dinyalakan dan hasil foto bisa maksimal karena kami bisa bermain cahaya,” kata Cahyo, salah satu pemuda yang terlihat membawa kamera di lokasi jembatan penyeberangan Padang Bulan, Senin (13/9). Ia menyebut terkadang teman – temannya juga mengajak untuk hunting foto di lokasi jembatan tersebut. “Lokasinya juga dekat dan masih aman. Kadang kami mempertimbangkan dua hal tadi, jangan view bagus tapi tidak aman. Ini juga bisa jadi masalah,” bebernya. Iapun berharap dengan fasilitasi yang disiapkan ini bisa dijaga dan dirawat.
“Penyakitnya kan seperti itu, orang mabuk, ludah pinang dan mulai rusak. Lampu – lampu kadang tidak berfungsi lagi. Semoga ini bisa lebih awet,” jelasnya. Apalagi ada ornament Papua yang menjadi ciri khas yang mirip dengan property stadion Lukas Enembe.
“Tentunya bangga asal dirawat sih,” harapnya. Pegiat sosial, Gunawan juga mengutarakan hal serupa. Ia menyampaikan bahwa jembatan penyeberangan ini untuk membantu anak – anak sekolah atau warga yang ingin menyeberang agar lebih aman sehingga penting untuk dijaga. “Cuma kadang ada saja tangan – tangan nakal dan suka merusak. Kami juga berharap nasibnya tidak seperti jembatan yang ada di depan gapura Uncen yang nampaknya mubasir karena jarang dimanfaatkan. Mungkin karena posisi tangganya juga membuat orang takut kalau naik. Selain itu di atas juga banyak sampah,” imbuh Gunawan. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *