Hasil Jambret Untuk Berfoya-foya

Polres Jayawijaya saat menggelar para pelaku jambret yang tertangkap kemarin. (Denny/ Cepos )

WAMENA-Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Mattinetta, S.Sos, MM, menyatakan kebanyakan pelaku jambret yang tertangkap ini mengakui kalau aksi -aksi yang dilakukan bukan untuk memenuhi kebutuhan sosial hidupnya, tetapi lebih kepada kebutuhan yang lain atau bersenang-senang dengan hasil dari aksi kejahatan.
“Beberapa waktu lalu ada dua orang yang tertangkap dimana mereka dalam keadaan sedikit dipengaruhi miras, dan aksi jambret yang dilakukan ini bukan untuk kebutuhan sosialnya tetapi lebih kepada kebutuhan yang sebenarnya tidak perlu,”ungkapnya Senin (13/9) kemarin.
Ia mencontohkan, seperti pelaku ini mengkonsumsi miras sebelum melakukan aksinya, namun karena tidak memiliki uang lagi untuk membeli miras, maka mereka nekat melakukan aksi pencurian dan kekerasan agar dapat kembali membeli miras untuk dikonsumsi bersama –sama. “Meskipun masih berusia remaj, namun sudah melakukan tindakan kriminal yang meresahkan masyarakat, mereka juga tidak segan -segan melukai korban apabila membawa senjata tajam,” bebernya
Sementara itu, terkait dengan aksi jambret yang yang dinominasi oleh anak usia remaja di Jayawijaya Wakil Bupati Jayawijaya menyatakan memang masalah jambret ini serinng meresahkan masyarakat, namun masalah ini sudah ditangani kepolisian dalam hal ini Polres Jayawijaya, namun karena rata -rata pelaku ini masih berusia remaja, tentu menjadi perhatian bersama.
“Hal -hal yang terjadi di luar kendali pemerintah mungkin menjadi perhatian dari kepolisian untuk meningkatkan kewaspadaan dari warga dan juga kepolisian, namun kepala Kampung, RT/ RW termasuk gereja juga harus mengambil bagian dalam memberikan pengawasan,”katanya.
Ia menyatakan kalau ada remaja yang menjadi pelaku kejahatan pastinya itu terdata di satu kampung dan menjadi umat dari salah satu gereja, sehingga peran kepala kampung, gereja juga sangat dibutuhkan dalam memberikan pembinaan kepada generasi muda ini agar kedepannnya bisa berjalan baik dan anak -anak muda ini tidak terus melakukan aksi yang merugikan dirinya sendiri.
“Peran dari Pemerintah melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana selama ini maksimal melakukan pendataan terhadap anak -anak. Yang ada di jalan dan anak -anak yang menjadi korban kekerasan,” tutur mantan Kepala Dinas Sosial ini.
Ia menambahkan untuk remaja yang masih melakukan aksi -aksi kejahatan memang memerlukan bimbingan yang baik, agar mereka tidak terus terjerumus dalam hal -hal yang merusak hidupnya contoh seperti peredaran miras juga menjadi salah satu faktor.
“Pemuda kalau sudah terjerumus dalam miras dan narkoba otomatis akan terjerumus dalam hal lain untuk memenuhi kebutuhannya,”tutupnya. (jo/tri)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *