Soal Kursi Wagub, Itu Nanti

Yunus Wonda ((Gamel Cepos))

JAYAPURA – Ketua PB PON Provinsi Papua, Dr Yunus Wonda menyampaikan bahwa saat ini ada dua agenda yang penting di Papua. Pertama soal perhelatan PON dan kedua soal pemilihan kursi wakil Gubernur Papua yang lowong. Hanya saja dari dua ini kata Yunus ada hal yang menjadi prioritas yaitu soal perhelatan PON sehingga ia meminta untuk partai politik atau kandidat yang sedang diusung untuk sementara mengenyampingkan persoalan kursi wagub.
Yunus yang juga menjadi salah satu kandidat mengisi kursi tersebut menyampaikan bahwa PON berbicara soal harkat, martabat dan prestasi anak negeri di Papua yang patut didukung sedangkan persoalan wagub bisa dicarikan waktu yang tepat. “Hari ini event di depan mata adalah event PON yang membutuhkan seluruh perhatian dan ini harus diseriusi sehingga saya pikir lebih baik kita menuntaskan apa yang menjadi tanggungjawab utama dulu dan mengenyampingkan sementara dinamika Pilgub. Itu ada moment dan waktu tersendiri. Fokus saat ini harus PON dan soal wagub nanti dulu,” tambahnya.
Yunus mengakui jika persoalan kursi Wagub juga menjadi PR karena akan membantu gubernur untuk menjalankan roda pemerintahan namun ada yang harus dituntaskan lebih dulu. “Kurang bijak kalau sebuah kebanggaan (agenda PON) ditarik – tarik untuk wagub. Saya pikir harus mengenyampingkan tendensi politik yang bisa berdampak pada agenda nasional,” sambung Yunus. Disini ia juga meluruskan soal pernyataan yang muncul di beberapa media yang memberi kesan ia mengkritisi perjalanan para menteri ke Papua.
Yunus berpendapat hal tersebut kurang tepat karena yang dimaksud adalah jika berkunjung ke Papua untuk mengecek kesiapan PON maka lebih baik menyertakan panitia penyelenggara agar informasi dan persoalan yang dihadapi bisa dicarikan solusi sama – sama. “Ada dibeberapa media menulis bahwa saya mengkritisi para menteri, saya pikir maksudnya lebih pada bagaimana membangun komunikasi dan koordinasi kepada kami di PB PON untuk melihat sejauh mana progresnya sehingga ada laporan konkrit yang diterima dan dicarikan solusinya sama – sama. Namun kami melihat menteri kesini namun hampir tidak ada yang memberi kesempatan untuk kami menyampaikan pemaparan,” tutup Yunus. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *