Diduga, Dana Rp 300 Juta untuk Pelatihan Jurnalis Ditilep

Timothius: Itu Tidak Benar, Pelatihan Jurnalis Tidak Dianggarkan

SENTANI-Koordinator Relawan Jurnalis Peliput PON XX Sub PB PON Kabupaten Jayapura, Paskal Koagouw mempertanyakan keberadaan dana senilai Rp 300 juta untuk membiayai pelatihan jurnalis peliput PON di Kabupaten Jayapura yang sudah diselenggarakan, di Grand Alison pada 20 – 21 Agustus 2021.
Dimana dana tersebut diketahui sudah dicairkan dari bank oleh Sekretariat Sub PB Kabupaten Jayapura, namun pihaknya justru tidak mengetahui ke mana dana itu. Karena sesungguhnya apabila sudah dicirkan, semestinya langsung diserahkan kepada pihak terkait untuk membiayai kegiatan sesuai peruntukannya.
“Untuk melaksanakan pelatihan teknis bagi jurnalis peliput PON, Humas Sub PB PON Kabupaten Jayapura, mengajukan dana tahap pertama sebesar 30 persen dengan nilai sekira Rp 300 juta kepada Sekretariat Sub PB PON Kabupaten Jayapura, dana itu telah dicairkan dari bank oleh Sekretariat Sub PB Kabupaten Jayapura. Namun sampai hari ini, dana itu tidak pernah diserahkan kepada Humas Sub PB PON untuk membiayai pelatihan teknis jurnalis,” ujar Paskal Koagouw dalam keterangan persnya, Minggu (12/9).
Diduga dana itu digunakan tidak sesuai peruntukannya dan mengenai penggunaan dana Rp 300 juta itu tidak dikomunikasikan dengan bidang terkait.
“Dana itu setelah cair digunakan sendiri oleh Sekretariat Sub PB PON Kabupaten Jayapura. Dan sampai hari ini tidak pernah ada penjelasan resmi dari Wakil Sekretaris 1 Sub PB PON Kabupaten Jayapura, sebagai penanggungjawab pengguna dana kepada Humas Sub PB Kabupaten Jayapura,” jelasnya.
Lebih lanjut Paskal mengungkapkan, akibat tidak disalurkannya anggaran untuk kegiatan pelatihan jurnalis itu, panitia terpaksa masih utang. Utang itu dirincikan untuk membiayai penggunaan hotel, konsumsi, transport narasumber, transport peserta pelatihan serta transport panitia.
“Kami meminta Sekretariat Sub PB PON Kabupaten Jayapura untuk segera membayar utang pelatihan teknis jurnalis peliput PON, yang telah dilaksanakan 20 – 21 Agustus 2021 di Hotel Grand Allison Sentani, yang sampai hari ini belum dibayar, ” tegasnya.
“Masalah ini sudah disampaikan kepada Ketua Umum Sub PB, Ketua Harian Sub PB, Wakil Ketua 2 Sub PB, Sekretaris Umum Sub PB dan Wakil Sekretaris 1 Sub PB PON Kabupaten Jayapura secara berulang-ulang, tetapi tidak pernah ditanggapi, “tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris PON Klasster Kabupaten Jayapura, Timothius Demetouw dengan tegas membantah tudingan mengenai penggunaan dana yang tidak sesuai peruntukannya itu.
“Oh tidak, tidak, tidak. Itu salah pemahaman saja. Tidak ada kegiatan yang dibiayai oleh Humas dan protokoler yang ada di sekretariat. Yang ada di sekretariat itu, bagaimana memasang spanduk, bagaimana bisa publikasi. Sehingga dana itu diambil untuk pemasangan itu,” kata Timothius Demetouw.
Dia mengatakan, teman-teman yang ada di bidang TIK, waktu itu memilih tetap melaksanakan kegiatan itu karena waktunya mendesak, kemudian koordinator TIK mengambil inisiatif melakukan pelatihan. Karena itu, kata dia, pembiayaan pelatihan jurnalis itu tidak ada anggarannya sama sekali. Meski begitu, saat ini pihaknya sedang menganggarkan kembali untuk pembiayaan kegiatan tersebut.
“Selama ini teman-teman yang di Tik itu tidak pernah koordinasi, terkait dengan rencana akan dilakukan pelatihan. Ini mereka sudah melakukan pelatihan setelah itu baru mereka ajukan permintaan. Dan memang itu tidak ada dihumas dan protokoler yang ada di sekretariat, ” jelasnya.
Lanjut dia, dibidang TIK itu melekat dengan bidang dua yakni bidang pemasaran, sumber daya manusia, keamanan. Karena itu, informasi yang dirilis dan dipublis wartawan itu tidak benar.
“Dana itu sebenarnya tidak dimakan oleh kelompok tertentu, namun belum ada pos pembiayaan. Baru saja mau digeser,” tambahnya. (roy/tho)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *