200 Relawan Ikuti Bimtek Secara Virtual

Relawan PON XX Papua klaster Merauke saat mengiktu bimtek yang dilakukan oleh PB PON Papua secara virtual di Aula SMAN I Merauke, Jumat (10/9). (Sulo/Cepos )

MERAUKE- Sebanyak 200 relawan PON XX klaster Merauke mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) yang dilaksanakan oleh PB PON XX secara virtual, di Aula SMAN I Merauke, secara virtual, Jumat (10/9) kemarin.
Koordinator Bidang IV yang membidangi SDM Sub PB PON Klaster Merauke Drs Ramadayanto, MM, mengungkapkan, bahwa input data relawan ke dalam sistem sampai sekarang belum selesai. Namun karena ada instruksi dari PB PON agar para relawan mengkuti Bimtek yang dilaksanakan di 4 klaster.
“Kalau kita tidak ikut maka kita akan kosong. Karena itu, kami melapor ke pimpinan dan bijaksanai sehingga yang mengikuti ini perwakilan dari teman-teman relawan khususnya tenaga tehnis dan beberapa adik dari pemuda Marind,’’ terangnya.
Untuk tenaga relawan yang mendaftar, kata Ramadayanto sampai saat ini masih berproses. Karena belum diketahui berapa jumlah yang mendaftar dan berapa yang sudah memenuhi persyaratan.
‘’Tapi yang kami ikutkan untuk ikuti Bimtek secara virtual ini adalah mereka yang sudah terverifikasi yang dokumennya sudah lengkap. Tapi, ini hanya perwakilan,’’ terangnya.
Dikatakan, bimtek sesunguhnya untuk relawan oleh Sub PB PON Pklaster Merauke baru akan dilaksanakan 15 September keatas. Ramadayanto meyakini mereka yang ikut Bimtek ini akan diakomodir sebagai relawan PON XX. Kecuali jika melakukan pelanggaran berat.
‘’Kecuali nanti ada diantara mereka ini melakukan pelanggaran yang tidak bisa ditolelir, pasti namanya kita coret dari daftar,’’ tandasnya.
Untuk diketahui, bahwa untuk klaster Merauke diberi kuota untuk merekrut 2.000 relawan. Pendaftaran berlangsung selaam 2 hari, Jumat dan Sabtu (4/9) lalu. Meski sudah satu minggu berlalu, namun Sub PB PON Klaster Merauke belum mengumumkan berapa orang yang mendaftar dan berapa yang memenuhi syarat.
Apa yang sudah selama 2 hari mendaftar itu telah memenuhi kuota atau tidak. Input data dalam sistem masih berlangsung. Ramadayanto beralasan jika inoput data dalam sistem itu berjalan lambat karena berkaitan dengan jaringan internet yang cukup berat. (ulo/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *