Hengky Yokhu: PON Torang Bisa!, Torang Bisa Tipu Rakyat?

Hengky Yokhu. (Robert/Cepos)

 

SENTANI-Tokoh Masyarakat Papua yang juga sebagai ketua LSM Papua Bangkit, Hengky Yokhu menyoroti pelaksanaan PON Papua. Mulai dari perencanaan PON, pembangunan infrastruktur hingga dampak dari PON untuk rakyat Papua. Yang mana menurut Hengky, penyelenggaraan PON ini hanya sebatas eforia dan sayarat kepentingan.

 

“PON di Papua atau Papua untuk PON,” Katanya kepada wartawan di Sentani, Sabtu (11/9).

 

Dia mengatakan, rencana penyelenggaraan PON Papua sudah digulirkan sejak 2016 lalu. Bahkan sejak saat itu, PON jadi komoditi yang laris manis diantara petinggi daerah dan pusat.

 

“Harus jujur kita akui, sejak 2016 isu PON XX jadi komoditi laris manis di antara petinggi daerah dan pejabat pusat. Semua berebut porsi,” tegasnya.

 

Lanjut dia, PON Papua jadi new brand yang laris di jual di semua kementerian dan BUMN. Sebagai contoh, stadion Lukas Enembe di Sentani Timur yang dibangun dengan dana triliunan rupiah.

 

“Ternyata dibangun dengan pinjaman dari konsorsium perbankan BUMN yang dicicil pemerintah daerah selama 25 tahun. Daerah membiayai BUMN konstruksi yang sedang Kolaps, ” tegasnya.

 

Lebih jauh lagi, soal Infrastruktur PON selain istora, praktis diperebutkan oleh perusahaan-perusahaan BUMN, perusahaan kroni-kroni yang disebutnya BJNX, dan kroni-kroni sekitar Gubernur Papua.

 

“Dari kementerian pusat hingga oknum pejabat daerah saling rebut duit PON Papua yang dipayungi dua Inpres. Rakyat Papua gigit jari. Orang Papua dibius dengan Eforia PON Torang Bisa? Torang bisa tipu rakyat?, “imbuhnya.

 

Menurutnya, Semua kejar tayang, tentunya sarat korupsi. Berdasarkan laporan Pansus PON XX, banyak venue, sarana prasarana dan fasilitas yang kualitasnya patut diragukan. Lebih mengerikan, jika kita tengok LHP BPK perwakilan Papua Sejak 2016 sampai 2020.

 

Kata dia, seandainya saja seluruh anggaran infrastruktur dan venue PON digunakan untuk memajukan kesejahteraan rakyat di Papua, pasti akan lebih bermanfaat.

 

“Tak ada satupun pakar yang dapat membuktikan bahwa dengan menonton venue olahraga termegah, rakyat di provinsi termiskin ini otomatis menjadi sejahtera. Kita terkecoh dengan eforia “PON XX Torang Bisa” Papua jadi komoditi dagang segelintir oportunis uang negara, ” cetusnya.

 

“Kita hanya bisa berdoa dan berharap, agar Gelanggang Olah Raga Lukmen Sentani, kelak jangan sampai berubah fungsi menjadi rumah tahanan negara. Sldetelah Pekan Olahraga Nasional, kita ingin saksikan pekan operasi tangkap pejabat. Semoga penegak hukum bisa, ” tutupnya. (roy/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *