Mega Pro Vs Kerbau, Pengendara Tewas di Tempat 

Korban Damu Silip yang tewas di tempat usai menabrak seekor kerbau di jalan JB Wenas Wamena, Kamis (9/9) pagi. (Dok Polres Jayawijaya for Cepos)

WAMENA-Diduga karena tidak bisa mengendalikan kendaraanya yang melaju kencang, seorang remaja menabrak seekor kerbau yang tiba-tiba melintas di jalan JB Wenas, Wamena, Kamis (9/9) pagi sekira pukul 5.45 WIT. Honda Mega Pro yang dikendarai korban terpental, kerbau maupun korban pengendara motor sama-sama tewas di tempat kejadian.

   Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Lantas Iptu Baharudin Button , SH ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kecelakaan yang mengakibatkan seorang warga tewas di tempat usai menabrak seekor kerbau yang melintas di Jalan JB Wenas.

   Menurut Kasatlantas, saat itu korban memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi dan tidak menggunakan helm dari arah Pasar Jibama menuju ke Kota Wamena. Namun sesampainya di depan APMS Yosep, korban tidak bisa mengendalikan laju motornya saat tiba-tiba ada seekor kerbau yang nyelonong di jalan tersebut. Tabrakan pun tak bisa dihindarkan, korban dan kerbau sama-sama terpental dan tewas di tempat kejadian.

   “Dari kecelakaan ini, korban Damu Silip meninggal dunia di tempat, bersama dengan seekor kerbau yang ditabraknya, kerbau tertabrak dibagian kepala,”ungkapnya via selulernya.

  Ia menyatakan, dari kecelakaan ini dapat disimpulkan sebagai kecelakaan tunggal. Sebab korban kurang berhati -hari dalam memacu kendaraannya, karena yang ditabrak ini merupakan hewan yang tidak punya akal untuk menghindari kendaraan di jalan.

  “Yang bersangkutan juga saat berkendara tidak menggunakan helm, sehingga kemungkinan terjadi fatalitas saat kecelakaan itu terjadi, hingga yang bersangkutan meregang nyawa di tempat,” kata Baharudin.

  Untuk kerbau yang tertabrak ini, lanjut Kasat Lantas, anggotanya masih melakukan pencarian kepada pemiliknya. Sebab, kerbau itu sebelumnya selalu di lapangan Sinapuk, namun ada satu ekor yang berjalan di tengah jalan JB Wenas menuju ke arah pasar Jibama.

   “Intinya kecelakaan ini diakibatkan karena kurang hati-hati, namanya hewan tidak mungkin untuk menghindari kendaraan, pengedara yang harus menghindari hewan itu,”ungkap Kasatlantas yang mengaku kecelakaan yang melibatkan hewan ini sudah dua kali, pertama tabrakan dengan kuda. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *