Gubernur: PON XX Akan Lahirkan Boaz Solossa yang Baru

Gubernur Papua, Lukas Enembe. (Erik / Cepos)

JAYAPURA – Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe baru saja melepas kontingen atlet Papua yang akan bertarung pada pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional atau PON XX 2021 Papua pada 2-15 Oktober mendatang. Gubernur Enembe melepas 945 atlet potensial yang dimiliki Papua.

Orang nomor satu di Bumi Cenderawasih itu optimis para atlet Papua yang sudah menjalani pemusatan latihan selama dua tahun lebih itu mampu meraih prestasi terbaik pada hajatan olahraga nasional empat tahunan tersebut. Gubernur Enembe yang juga menjabat Ketua Umum KONI Papua itu menantang 945 atlet bisa finish pada urutan lima besar.

Tak hanya itu, Gubernur Enembe juga berharap, dalam pesta akbar olahraga tanah air tersebut, bisa melahirkan atlet-atlet potensial yang akan mengharumkan nama Papua di kancah nasional maupun internasional.

“Saya memimpikan, bahwa PON XX 2021 Papua ini akan melahirkan Boaz Solossa yang baru, Lisa Rumbewas yang baru, Carol Renwarin yang baru dan banyak lagi legenda olahraga asal Papua yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu,” ungkap Gubernur Enembe saat melepas kontingen Papua serta melantik Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D. Fakiridi sebagai Ketua Kontingen Papua yang dilaksanakan di Stadion Mandala Jayapura, Kamis (9/9) siang kemarin.

Gubernur Enembe juga optimis, dengan potensi yang dimiliki oleh atlet Papua serta didukung dengan fasilitas olahraga yang diberikan mampu mengantarkan prestasi bagi tanah Papua.

“Saya percaya, akan selalu lahir mutiara-mutiara baru dari tanah kita, tanah Papua yang akan mengharumkan bangsa Indonesia di kancah dunia,” ujar Gubernur Enembe.

Diketahui, jumlah atlet Papua yang berjumlah 945 orang terdiri dari 541 putra dan 404 putri, jumlah pelatih dan asisten pelatih 234 orang, jumlah official masing – masing cabang olahraga 133 orang, jumlah official pengurus kontingen sebanyak 215 orang. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *