Tiga Distrik Masih Zona Merah Covid-19

Infografis perkembangan Covid 19 dikabupaten Jayapura. (Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura sampai saat ini masih berstatus zona merah penyebaran Covid-19. Status zona merah ini sejak awal masa pandemi Covid-19 hingga saat ini. Hal ini tidak terlepas dari kondisi, di mana jumlah pasien yang terkonfirmasi positif masih yang terbanyak berasal dari Distrik Sentani. Di urutan berikut Distrik Waibu dan Distrik Sentani Timur.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura sendiri terus berupaya meyakinkan masyarakat agar bisa terlibat dalam program vaksin Covid-19 yang sementara ini digalakkan oleh pemerintah.
“Ada tiga distrik di Sentani yang masih zona merah, khusus Distrik Sentani sejak awal sampai saat ini masih berstatus zona merah penyebaran Covid-19,” ujar Kepala Dinas Kesehatan yang juga juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Jayapura, Khairul Lie, sebagaimana dikutip dari laporan harian infografis penyebaran Covid-19 di Kabupaten Jayapura Senin, (6/9) kemarin.
Hingga saat ini, jumlah masyarakat di Kabupaten Jayapura yang terpapar Covid-19 secara komulatif sudah mencapai lebih dari 3000 orang. Jumlah terbanyak berasal dari Distrik Sentani Kota, menyusul Distrik Waibu dan Distrik Sentani Timur. Sementara tiga distrik ini akan dijadikan sebagai pusat penyelenggaraan kegiatan PON di Kabupaten Jayapura pada Oktober nanti. Untuk mengantisipasi lonjakan kasus secara signifikan, pemerintah melakukan vaksin Covid-19 dengan fokus kepada masyarakat yang berdomisili di tiga distrik tersebut. Bupati Jayapura, Mathius Awoituw, SE, M.Si juga menyebutkan, sampai saat ini, realisasi pelaksaan vaksin Covid-19 di 3 distrik itu sudah lebih dari 46%. Pemerintah optimis, vaksin ini akan mencapai target 70%, seiring pelaksanaan atau gebyar vaksin yang terus dilakukan setiap hari yang melibatkan seluruh instansi teknis yang didukung oleh sektor lainnya.
“Jumlah kasus secara kumulatif sudah lebih dari 3 ribu dan saat ini pemerintah terus menggalakkan vaksin Covid-19 untuk menekan penyebaran Covid-19 ini,”pungkas Khairul Lie. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *