Tanam Bawang Merah dengan Sistem Sprinkler

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Merauke Ir. Ratna Lauce, M.Si bersama dengan siswa SMKN I Tanah Miring melakukan penanaman bawang merah di Gapoktan Sumber Makmur milik kebun Supartono, di Merauke, Senin (6/9( . (Sulo/Cepos )

MERAUKE-Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Merauke Ir. Ratna Lauce, M.Si bersama dengan siswa SMKN I Tanah Miring melakukan penanaman bawang merah di Gapoktan Sumber Makmur milik kebun Supartono, di Merauke, Senin (6/9).
Penanaman bawang merah ini menggunakan sistem sprinkler yaitu menggunakan sistem penyemprotan air seperti curah hujan alami. Pihak Gapoktan mengharapkan Dinas Tanaman Pangan, Holtikultira dan Perkebunan Kabupaten Merauke dapat mengembangkan sistem ini dalam penanaman bawang merah di Kabupaten Merauke. Ratna Lauce memberi apresiasi atas penanaman bawang merah yang dilakukan oleh kelompok tani tersebut.
“Ini sesuatu yang membanggakan karena ada kemauan dari petani khususnya PPL dalam memberikan pendampingan kepada petani-petani kita yang ada di Merauke terutama bagaimana kita memanfaatkan lahan yang ada,’’ kata Ratna Lauce.
Menurut Ratna dengan adanya lahan yang cocok untuk tanam bawang merah ditambah dengan adanya kemauan yang tinggi dari petani. “Tentunya disini bukan pertama kalinya ada penanaman bawang merah disini tapi ini sudah berulang kali. Dan ini terus dilakukan, apalagi sekarang menggunakan tehnologi sprinkler,” jelasnya.
Apalagi, sistem sprinkler yang dipakai ini merupakan swadaya dari petani sendiri dan menurut Ratna Nauce sesuatu yang harus mendapat support. “Kita tidak harus selalu menunggu –menunggu bantuan baru bisa berbuat. Tapi bagaimana petani itu sendiri pempunyai inovasi dan motivasi untuk bisa pertaniannya sehingga dapat berkembang,” jelasnya.
Bibit bawang merah yang digunakan untuk tanam tersebut adalah bantuan dari Pemerintah Provinsi. Ratna juga menjelaskan bahwa penanaman bawang merah juga dilakukan di Tanah Miring, Kurik dan Sota. “Kita siap dukung semua petani bawang merah yang ada di Merauke,” jelasnya.
Terkait dengan siswa SMKN I Tanah Miring yang melakukan prakerin di penanaman bawang merah, Ratna Nauce mengaku bahwa anak-anak tersebut harus disuport dan dimotivasi. Apalagi dengan adanya keterlibatan anak-anak orang asli Papua. “Jangan berpikir bahwa sekolah itu hanya untuk menjadi PNS. Tapi sekolah bukan hanya menjadi PNS tapi juga menjadi petani yang sukses, bagaimana memajukan pertanian sehingga selain meningkatkan ketahanan pangan juga petani kita bisa makmur kedepan,” tambahnya. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *