Resmi Ditahan, YE Tetap Diproses Hukum

AKBP Fredrickus WA Maclarimboen. Robert Mboik/Cepos

SENTANI- Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus WA Maclarimboen menegaskan saat ini pelaku utama penyerangan dan pembakaran sejumlah rumah termasuk kantor Mapolsek KP3 Bandara Sentani, YE resmi ditahan. Polisi menyebut, tidak ada perbedaan dalam penanganan hukum terhadap pelaku apabila terbukti bersalah terkait dengan tindakannya melawan hukum.
“Terlepas dari ketokohan yang bersangkutan tidak mempengaruhi proses hukum yang sedang berjalan. Artinya kalau kita bilang karena ketokohannya, banyak juga tokoh yang pernah bersalah dan melakukan kesalahan,” kata Kapolres Fredrickus, kepada wartawan di mapolres Jayapura Selasa (7/9), pagi.
Karena itu dalam kacamata hukum penanganan terhadap kasus tersebut tetap normatif. Karena pihaknya menjamin tidak akan ada intervensi terhadap penanganan kasus ini baik terhadap pihak korban maupun pelaku.
“Tapi kalau kemungkinan di luar itu ada kesepakatan, ya kami tidak tahu. Kesepakatan-kesepakatan itu nanti bisa jadi pertimbangan-pertimbangan di hakim. Kami mau semua sampai ke pengadilan itu saja sebenarnya. Sehingga bukti material dan informal yang disajikan oleh kami itu cukup atau tidak, ” paparnya.
Sebagaimana diketahui, YE diduga menjadi otak penyerangan dan pembakaran rumah AO yang kemudian merambat ke sejumlah rumah dan Komplek pertokoan sembako yang ada di area itu termasuk kantor mapolsek KP3 Bandar Udara Sentani.
Terkait peristiwa ini, saat ini polisi masih memburu 15 pelaku lain yang ikut terlibat di dalam peristiwa pembakaran tersebut. Sementara otak penyerangan dan pembakaran itu YE sudah diamankan oleh pihak Kepolisian.
Untuk mengantisipasi kasus atau peristiwa ini tidak berkepanjangan, pihak kepolisian sudah melakukan penggalangan dengan pihak keluarga korban dan memastikan bahwa kasus atau peristiwa ini akan ditangani sesuai dengan koridor hukum yang berlaku dan tidak ada yang main-main dalam peristiwa ini. Polisi juga telah memeriksa 3 orang saksi baik dari pihak korban sendiri termasuk dengan petugas polsek bandara yang pada saat peristiwa itu sempat melerai aksi tersebut.
“Memang sudah sempat untuk menghalau tetapi karena jumlahnya tidak berimbang. Untuk status tersangka, kami kasih 1 x 24 jam untuk penangkapan, mungkin hari ini paling lambat subuh besok, sudah bisa ditingkatkan statusnya. Tapi yang pasti dari keterangan yang diperoleh baik saksi maupun korban dan beliau sendiri bagi kami sudah cukup untuk ditetapkan sebagai tersangka, ” tambahnya. (roy).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *