Dua Oknum Anggota Polisi Terlibat Bisnis Sabu

Salah satu anggota polisi yang berhasil diamankan petugas setelah diketahui terlibat dalam pengedaran Narkoba jenis Sabu di Sentani, Sabtu (4/9). (Dok Polres Jayapura)

SENTANI- Jajaran Polres Jayapura berhasil menangkap 2 orang anggota polisi dari Polres Jayapura yang terlibat dalam peredaran narkoba jenis sabu. Penangkapan terhadap 2 orang pelaku anggota polisi yang masih aktif di jajaran Polres Jayapura itu terjadi pada Sabtu, (4/9), lalu saat keduanya akan menjemput paket yang dikirim dari luar daerah.
Adapun identitas dari dua tersangka itu yakni, S (36) dan A (28).
Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen mengatakan, selain dua orang polisi aktif yang ditangkap ada seorang pecatan anggota polisi berinisial AS (38) yang ikut diamankan karena terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu.
“Ada tiga orang yang diamankan ada dua anggota polisi dan satunya pecatan anggota Polri, ” ujar Kapolres Fredrickus Maclarimboen saat dikonfirmasi Selasa (7/9).
Adapun kronologi penangkapan daripada tersangka ini, pada hari Sabtu tanggal 4 September 2021 sekitar pukul 09.30 wit, Tim Opsnal Subdit II, melaksanakan Penangkapan, Penggeledahan terhadap para tersangka tersebut di Kantor Pos Sentani, pada saat TSK S dan A hendak mengambil paket kiriman yang diduga berisikan Narkotika jenis Shabu.
“Petugas berhasil mengamankan TSK dan BB Narkotika yang diduga Jenis Shabu, yang di sembunyikan di dalam dua buah kain sarung dan terbungkus plastik serta kertas alumunium foil,” paparnya.
Dari hasil interogasi terhadap kedua tersangka diketahui paket kiriman barang haram tersebut dijemput atas perintah dari tersangka AS (38) yang merupakan pecatan anggota Polri. Polisi kemudian bergerak cepat dan menangkap tersangka AS.
“Penangkapan tersebut berdasarkan Informasi dari masyarakat bahwa waktu beberapa minggu ini ada paket kiriman yang diduga Narkotika dengan menggunakan jasa pengiriman. Kemudian Tim Opsnal Subdit II melakukan penyelidikan secara intensif di semua jasa pengriman yang berada di sentani,” jelasnya.
Ini kasus itu sudah ditangani oleh Polda Papua dan menunggu pengembangan selanjutnya. (roy).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *