Awalnya Terdengar Keributan, Lalu Api Muncul di Dua Titik

Seorang warga sedang mencari barang-barang yang terbakar di lokasi kebakaran beberapa unit rumah dan ruko di depan Jalan Yabaso samping jalan masuk Bandara Sentani yang terbakar Senin (6/9), malam. (Robert Mboik/cepos)

Sejumlah Rumah dan Ruko Terbakar di Dekat Bandara Sentani

SENTANI- Sejumlah rumah dan rumah toko (ruko) yang ada di sekitar Jalan Yabaso, samping Mapolsek Kawasan Bandara Sentani, samping jalan masuk Bandara Sentani ludes terbakar, Senin (6/9) malam.
Kebakaran itu juga melanda kantor Mapolsek KP3 Udara Bandar Udara Sentani.
Salah satu korban, Haji Arham menjelaskan, awalnya sekitar pukul 23.00 WIT., terdengar suara keributan dan hiruk-pikuk warga yang ada di sekitar bagian belakang kawasan tempat tinggalnya itu.
Tak berselang lama kemudian muncul api di dua titik yang berbeda yaitu bagian timur dan bagian barat.
“Awalnya saya ada main handphone di rumah, saya dengar ada ribut di belakang, terus ada juga orang lari di atas atap. Saya dengar juga ada suara tembak-tembak. Saya kira ada pencuri, saya tenang-tenang saja main handphone, ” ujarnya saat ditemui media ini di sekitar lokasi kejadian, Selasa (7/9) pagi
Tak berselang lama, api justru muncul dengan cepat dan merembat ke beberapa rumah termasuk kantor Polsek KP3 Udara Sentani.
Dia menduga, kebakaran yang menghanguskan sejumlah rumah itu disebabkan karena sengaja dibakar oknum atau warga.
“Dugaannya sengaja dibakar, karena ada ribut dulu, kemudian ada yang teriak ada api. Tidak lama api besar dan kami tidak bisa menyelamatkan harta benda, ” ujarnya pilu.


Sementara itu warga lain yang tidak mau disebutkan namanya menyebut kebakaran rumah tersebut telah menghanguskan 12 unit bangunan termasuk Mapolsek KP3 Udara Sentani. Dia juga menyebut, kebakaran ini dipicu karena adanya keributan warga yang kemudian melakukan pembakaran terhadap rumah yang ada di belakang Mapolsek Sentani. Api menjalar begitu cepat hingga menghanguskan hampir seluruh bangunan yang ada di komplek itu. Api baru bisa dipadamkan sekira pukul 04.00 Selasa (7/9) dini hari.
“Dari informasi ada 12 rumah, nanti jelasnya tanya polisi. Karena mereka yang tangani sekarang,” jelas sumber itu.
Hingga berita ini ditulis, informasi yang dihimpun media ini masih simpang siur. Ada yang menyebut ada kelompok warga yang membakar ruko salah satu warga dengan menggunakan bom molotov. Dimana masalah itu dipicu karena persoalan tanah.
Namun polisi sendiri belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa ini. Berdasarkan pantauan media ini, di lokasi kejadian sudah dipasangi garis polisi. (roy/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *