Untuk Minimalisir Angka Kematian Akibat Kasus Trauma

Para peserta dari dokter umum di Papua  dan Papua Barat mendapatkan pelatihan ATLS oleh instruktur dr. Donal Arronggear di RSUD Dok II Jayapura, Minggu (5/9) kemarin. (Priyadi/Cepos)

*Dokter Umum di RSUD se- Papua  dan Papua  Barat Ikut Pelatihan ATLS di RSUD Jayapura

JAYAPURA- Rumah Sakit umum Daerah Dok II Jayapura telah menyelenggarakan pelatihan Advanced Trauma Life Support (ATLS) bagi Dokter Umum di Papua  dan Papua  Barat yang dilaksanakan di RSUD Jayapura.

Pelatihan ini dilaksanankan secara sesi online dan offline,  untuk pelatihan sesi online dilaksanakan 28 dan 29 Agustus lalu, sementaar untuk sesi offline pada 4 dan 5 September dengan pemateri dari dokter RSUD Jayapura dan dari pusat (Kemenkes).

Instruktur Pelatihan ATLS dr. Donald Aronggear, SpB(K) Trauma, Finacs mengungkapkan, pelatihan ini seperti review praktis yang bertujuan agar peserta (khusus dokter) dapat melakukan diagnose secara tepat dan akurat terhadap pasien trauma, dapat mengerjakan pertolongan secara benar dan sistematis serta mampu menstabilkan pasien untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

  Pelatihan ATLS saat ini semakin dicari karena sebagian besar klinik atau rumah sakit dan instansi layanan kesehatan menetapkannya sebagai salah satu syarat untuk mempekerjakan seorang dokter. Dari Kemenkes pun telah menetapkan sertifikasi pelatihan ini sebagai standard dalam penilain akreditasi rumah sakit.

Dijelaskan, Kasus-kasus trauma merupakan kasus yang sering dihadapi oleh dokter dalam pelayanan di Puskesmas dan di RS khususnya di IGD, dan kasus trauma sangat ditentukan pada saat penanganan awal sehingga akan mempengaruhi angka kematian dan kecacatan karena dampak dari trauma tersebut.

“Oleh sebab itu dokter harus dibekali dengan pelatihan yang terstandar.  dan ATLS yang merupakan sebuah program pelatihan diseluruh negara termasuk Indonesia bagi dokter dalam penanganan kasus trauma ini,”ucapnya.

  “Pelatihan ATLS sudah kita lakukan cukup lama di Papua  mulai tahun 2010 sampai sekarang, sehingga kemampuan dokter dalam penanganan kasus pasien trauma dengan baik, sehingga jika semakin banyak dokter yang mendapatkan pelatihan ATLS tentu pelayanan kesehatan terus membaik sekali karena menyelamatkan nyawa seseorang itu sangat berharga, pasalnya, secara global kasus trauma masih merupakan pembunuh manusia terbanyak selain ISPA, Malaria,”pesannya.

Di tempat, Wadir SDM RSUD Dok II Jayapura dr. Gamael Eldorado Enumbe mengucapkan terimakasih kepada panitia dan peserta para dokter umum di Papua  dan Papua  Barat yang telah mengikuti pelatihan ATLS karena kasus trauma di Papua  ini masih banyak sehingga jika pasien mengalami trauma sudah banyak dokter mendapatkan pelatihan ATLS tentu ini sangat membantu mengurangi kasus kematian akibat trauma, karena dalam mendiagnosis dan melakukan penanganan kepada pasien trauma bisa lebih maksimal dimanapun berada baik di IGD, Puskesmas dan klinik.

Menurutnya pelaksanaan pelatihan ATLS di RSUD Dok II Jayapura karena alatnya lengkap sudah standar intenasional ruangan Sarpras juga mendukung, walapun demikian, jika pelatihan dilakukan di rumah sakit yang ada di Papua  seperti di Nabire juga bisa.

Kami mengucapkan banyak terima kasih atas atensi dan apresiasi dari Komisi Trauma, IKABI dan IDI Papua  terhadap pembinaan dan pengembangan SDM di Papua  khususnya dalam penanganan kasus trauma dengan diselenggarakannya acara ATLS ini. Besar harapan kami kiranya agar program ini dapat menjadi sebuah program yang dilaksanakan rutin.

“Kami berharap pelatihan ATLS  dapat mempergunakan ilmu dan skill dari pelatihan ATLS ini dengan sebaik-baiknya, untuk meningkatkan kemampuan serta memperoleh kompetensi penanganan kasus trauma akut. Hal lain yang saat ini menjadi harapan kami adalah Papua  dengan kondisi geografis berbeda memerlukan  program perujukan ilmu dari Jayapura ke daerah dapat segera terealisasikan dan menjadi salah satu program unggulan RSUD Jayapura khususnya pada bagian Bedah,yang mana nantinya teman-teman dokter umum ini yang akan pertama kali menangani  jika terjadi kasus trauma , sehingga dapat segera melakukan penanganan cepat dan benar sesuai standar Internasional (platinum managed) dan menurunkan angka morbiditas dan mortalitas,”ujarnya.

Sementara itu, salah satu peserta Pelatihan ATLS  dari RSUD Boven Digoel dr. Markus R. Kondo mengatakan manfaat dari pelatihan sangat bermanfaat bagi dokter umum dan ini suatu hal wajib bagi dokter umum, dimana pengetahuan akan bertambah dan ini tentu untuk membantu menyelamatkan pasien disaat mengalami kasus trauma dan memang wajib ada dokter di pedalaman seperti dirinya untuk mendapatkan pelatihan ini, karena jika ada kasus trauma bisa ditangani dengan cepat dan tepat tidak perlu di rujuk ke luar daerah. Inilah salah satu tujuan utama juga karena di pedalaman Papua  juga wajib ada dokter yang mempunyai kemampuan ATLS dalam penanganan kasus trauma. (dil/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *