Seluruh ASN Harus Hadir di Yalimo

Penjabat Bupati Yalimo DR Ribka Haluk S.Sos, MM ketike mengunjungi kantor Bupati Yalimo pekan lalu. (Humas)

*Dalam Apel Gabungan ASN di Kab. Yalimo Hari ini

JAYAPURA- Setelah dilantik Gubernur Papua Lukas Enembe Kamis (26/8) lalu, Penjabat Bupati Yalimo Ribka Haluk. S.Sos.MM langsung terbang ke Yalimo untuk menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Yalimo, usai daerah tersebut hancur akibat konflik Pilkada yang berkepanjangan.

  Setelah tiba di Yalimo pekan lalu, Ribka Haluk disambut oleh Sekda Yalimo, Kapolres Yalimo, Pabung Kodim Jayawijaya,  Tokoh masyarakat Yalimo serta masyarakat. Setelah itu langsung mengunjungi kantor Bupati Yalimo yang kosong melompong ditinggal ASN.

   Riba Haluk meninjau satu-persatu ruangan di kantor bupati dan tak ditemukan aktifitas aparatur sipil negara Kabupaten Yalimo, bahkan semua ruangan dalam keadaan tertutup rapat. tak ada juga pelayanan pemerintah kepada masyarakat setempat.

  Selanjutnya Penjabat Bupati Yalimo itu meminta kepada ASN yang ada untuk membersihkan kantor bupati seperti halaman dan ruangan. Selain itu di kesempatan pertamanya Penjabat Bupati bersama Sekda Yalimo dan para pejabat eselon SKPD untuk beraktifitas kembali di Kabupaten Yalimo.

   Dalam rilis yang disampaikan kepada Cenderawasih Pos, Penjabat Bupati Yalimo meminta pejabat eselon 2, 3 dan 4 serta Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Yalimo untuk segera kembali ke Yalimo untuk melaksanakan tugas sebagaimana mestinya, yakni melayani masyarakat di Kabupaten Yalimo. “ Sebagai tanda aktifitas pemerintahan harus berjalan dengan baik lagi,  akan dilaksanakan apel gabungan pada hari Senin (6/9) di Kantor Bupati Yalimo,” katanya.

    Karena kehadiran ASN di Yalimo sangatlah penting, maka bagi ASN yang tidak mengikuti apel gabungan ini maka akan diberikan sanksi sesuai aturan kepegawaian.

   Sekadar diketahui,  Gubernur Papua Lukas Enembe saat melantik DR Ribka Haluk S.Sos. MM berharap agar Penjabat Bupati Yalimo ini harus menjadi jembatan penyelesaian konflik, roda pemerintahan di Yalimo tidak boleh putus, tidak boleh ada pemalangan, tidak boleh ada konflik yang menimbulkan korban orang banyak.  (wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *