Bayar Denda Adat, Akhiri Perang Saudara di Nduga 

Pelaksanaan Pembayaran Denda Adat, Insert Kabag Ops Polres Nduga Iptu Bernadus Ick , SH saat menyaksikan Penandatanganan Surat Pernyataan antara Kedua belah pihak yang bertikai. (Dok Polres Nduga.)

WAMENA-Perang saudara yang terjadi di Distrik Kenyam Kabupaten Nduga antara warga dari Kampung Wosak dan Iniye akhirnya berakhir, menyusul penyelesaian dengan melakukan denda adat. Pembayaran denda adat  sebesar Rp 350 juta dan 3 ekor Wam (Babi) dari pihak kampung Wosak dilakukan di Kantor DPRD Kabupaten Nduga.  Dengan adanya kesepakatan denda adat ini tidak warga tidak lagi melakukan perang.

  Kapolres Nduga Kompol I Komang Budiarta, SIK Melalui Kabag Ops Polres Nduga Iptu Bernadus ICK, SH mengungkapkan bawha denda adat ini dilakukan untuk menyelesaikan  perang saudara yang dipicu dari masalah perselingkuhan. Dimana kepolisian hadir di tengah-tengah  untuk melakukan pengamanan serta menyaksikan proses penyelesaian masalah perang saudara antara masyarakat Distrik Wosak dan masyarakat Distrik Iniye,

  “Kami dari pihak kepolisian mengharapkan agar proses penyelesaian masalah ini berjalan dengan kondusif dan kedepannya tidak akan terjadi peperangan lagi, karena kalian semua saudara. Kami dari Polres Nduga sudah membuat surat pernyataan dan tanda tangani oleh kedua belah pihak, sehingga nanti tidak ada pihak yang menuntut dan hal tersebut sah di mata hukum.” ungkapnya Sabtu (4/9) kemarin.

   Kata Bernadus,  pihaknya menghimbau setelah ada kesepakatan dan pembayaran denda adat, tidak terjadi perang lagi. Dari pihak kepolisian mengimbau kepada kedua belah pihak, agar apabila ada permasalahan segera diselesaikan baik secara kekeluargaan maupun secara hukum.

  “Tidak menginginkan kejadian perang ini terulang kedua kali dan kami mengimbau kepada kedua belah pihak ataupun masyarakat Nduga untuk tidak lagi membawa alat tajam seperti Busur atau anak panah dan parang ke dalam kota Kenyam, sehingga masyarakat pada umumnya merasa aman untuk beraktifitas seperti biasa.” Katanya.

  Di tempat yang sama mediator dari kedua belah pihak, Yance Kareba menyatakan terima kasih kepada pihak keamanan yang sudah hadir melakukan pengamanan serta menyaksikan proses penyelesaian masalah perang saudara ini. Dari pihak pelaku dalam hal ini masyarakat dari Distrik Wosak telah membawa 3 ekor babi dan uang sebesar 350.000.000.

  “Uang tunai dan Wam yang disiapkan oleh warga Distrik Wosak untuk membayar denda adat terkait masalah perselingkuhan antara saudara Petoro Yangge  yang merupakan Masyarakat Distrik Wosak dengan saudari Tinus Wasiangge  warga Masyarakat Distrik Iniye yang terjadi pada tanggal 5 juli 2021.

  Ia berharap terkait pembayaran denda adat ini agar pihak korban dalam hal ini masyarakat dari Distrik Iniye menerima dan tidak ada perang lagi dan hidup berdampingan layaknya saudara di sini. Penyerahan denda adat berupa 3 ekor babi dan uang sebesar 350.000.000 yang diwakili oleh Bores Murib pihak dari masyarakat Distrik Wosak dan diserahkan kepada Engga Barak Tabuni Perwakilan dari pihak masyarakat Distrik Iniye. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *