Mentan Targetkan Ekspor Beras ke PNG 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo didampingi Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka saat memeriksa gabah yang telah dikeringkan lewat RMU, kemarin. (Sulo/Cepos)

MERAUKE-Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo ( SYL) bertekad meningkatkan kualitas rice milling unit  (RMU) atau penggilingan padi hingga menghasilkan beras kualitas premium, sehingga beras Merauke bisa naik kelas ekspor.

  Untuk menunjang ini, akselerasi sektor pertanian dari hulu hingga hilir di Kabupaten Merauke harus segera diwujudkan, yakni mulai dari budidaya benih dilanjutkan panen, pasca panen, pengolahan hasil, packaging hingga penentuan market place harus terus kembangkan guna memasarkan produksi hasil pertanian yang berdaya saing ekspor.

   “Kami datang kesini ingin melihat bagaimana setelah budidaya tanam padi dan lainnya maka selanjutnya petik olahnya seperti apa. Nah kita bisa lihat disini, TNI juga ikut memberikan supportnya. Saya dan Bapak Bupati tentu menopang ini dan tentu kita berharap ini marketnya bisa meningkat,” kata  Mentan SYL usai meninjau RMU di SP3 Tanah Miring, Merauke,   Jumat (3/9 ).

   Mentan Syahrul Yasin Limpo   meminta keseluruhan proses hulu – hilir dikorporasikan dengan baik untuk menghasilkan akselerasi yang makin tinggi. Dalam membantu petani pada aspek permodalan, pihak perbankan juga diminta untuk terus menggulirkan dana kredit usaha rakyat (KUR) kepada para etani.

    “RMU nya luar biasa Bapak Bupati dan itulah gunanya saya datang kesini bersama full tim dan kita lihat apa yang bisa kita lakukan di sini. Semua pikiran kita untuk rakyat ,untuk negeri, untuk bangsa. Oleh karena itu di bawah pimpinan Bapak Bupati semua harus bergerak,” jelasnya.

   Pada kunjungan ini, Mentan Syahrul Limpo   mengharapkan agar kualitas yang dihasilkan dapat terus ditingkatkan, sehingga bisa memenuhi kebutuhan pangan nasional, bahkan menembus pasar ekspor. Peningkatan kualitas padi yang dihasilkan petani tentunya dilakukan dengan penggunaan benih unggul yang sesuai.

   “Saya sependapat dengan Bapak Bupati, ini harus naik kelas, jadi kita naikkan lah. RMU ini memang sudah bagus banget ini tapi saya merasa harus naik kelas lagi. Disini masih jual beras 8.000 perkilo karena ini masih beras medium dan saya mau kita sampai premium sehingga sampai diekspor pun boleh ke Papua Nugini,” pintanya.

  Petani Millenial sekaligus pemilik RMU, A.Manullang mengatakan saat ini telah mengembangkan inovasi dryer di Kabupaten Merauke yang selama ini menjadi kendala bagi petani usai melakukan panen raya. Sebelumnya hasil panen petani dikeringkan secara manual dan sangat ditentukan cuaca dan hal tersebut turut mempengaruhi kualitas panen.

   “Inovasi dryer ini diapresiasi masyarakat karena sangat membantu mereka. Dulu petani panen dengan combine dan hasil panen dibawa ke rumah untuk dijemur. Namun saat ada hujan, gabah terkena air maka petani keringkan lagi tapi saat di giling, berasnya hancur,” jelas  Manullang.

   Petani Merauke, lanjut dia, mengharapkan dryer bisa disediakan secara merata di setiap distrik, kampung bahkan RT  maupun RW guna menyelesaikan kendala petani pada pasca panen dan menjamin peningkatan kualitas beras.  Saat ini RMU ini berkapasitas 15 sampai 25 ton perhari.    

   “Tapi saat ini kita bersama salah satu petani binaan kita sudah membuat pengering – pengering di setiap kecamatan seperti Semangga, Tanah Miring, Kurik sudah kita buat. Kedepan kita bersinergi dalam mengembangkan sektor pertanian,” tambah  Manullang. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *