Jaksa Disarankan Penuhi Hak Kesehatan Victor

Dr Melyana Pugu(Gamel Cepos)

JAYAPURA – Perdebatan soal penanganan kesehatan bagi terdakwa Victor Yeimo hingga kini masih diperdebatkan. Yang terakhir adalah sekelompok orang mendatangi kediaman Kajati dan meminta agar Victor diberi pelayanan kesehatan yang lebih baik. Terkait ini Ketua Pusat Studi Indonesia – Pasific Uncen, Dr Melyana Pugu menyarankan agar aparat penegak hukum tetap menjalankan hak – hak terdakwa  sebagaimana yang tercantum dalam aturan main.

Jangan justru tidak dilakukan sebab akan memberi penilaian jika proses hukum terdakwa yang terlibat kasus  penghasutan dan lainnya ternyata tidak diberikan ruang yang baik. “Kalau dilihat dari  sisi pengamat hubungan internasional dimana jika melihat dari berbagai aspek  terlebih soal kemanusiaan maka sepatutnya ini dilakukan. Terdakwa tetap mendapatkan pelayanan kesehatan hingga ia sembuh,” kata Pugu saat ditemui di Abepura, Jumat (3/9). Ia menyebut dari konteks yang lebih besar, konteks nasional maupun konteks lokal, kemudian persiapan PON akan baiknya para pihak duduk bersama dan semua melihat dari aspek kemanusiaan.

Bagaimana  pihak di  kejaksaan maupun di kepolisian membahas soal ini. “Sebearnya tidak ada alasan untuk tidak merawat atau memberikan pelayanan kesehatan jika terdakwa memang dalam kondisi  sakit. Lagipula jika terdakwa sehat paling tidak proses hukum juga bisa lebih cepat dituntaskan tanpa perlu pembantaran,” jelasnya. Selain itu jika terdakwa sehat  sudah barang tentu akan lebih menarik jika Victor hadir di ruang sidang dan memberikan keterangan langsung. “Tapi sekali lagi lihatnya sisi kemanusiaan. Kalau ini tidak dilakukan dan diabaikan kami pikir ini  dampaknya bisa ke dunia internasional karena kita tahu bersama pihak internasional sedang memantau kasus ini,” tambah Pugu.

Sarannya Victor diberi pelayanan kesehatan dan disembuhkan sehingga  dunia internasional juga percaya jika Indonesia mengurus warganya dengan baik. Hak – hak nya juga diberikan dan jika tidak kita akan terus tercoreng di dunia internasional. “Tapi jika sudah dilakukan (pelayanan kesehatan) ini juga perlu disampaikan ke public guna mengeliminir riak riak,” imbuhnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *