Masalah Pengambilan Jenazah Covid-19 Jadi Atensi

AKBP. Muh Safei, A.B, SE (Denny/ Cepos )

WAMENA-Masalah pengambilan jenazah secara paksa yang masih sering terjadi di Jayawijaya perlu menjadi atensi dari seluruh pihak yang terkait. Analisas dan evaluasi perlu dilakukan secara menyeluruh untuk mengingatkan kembali peran dan fungsi masing -masing instansi terkait dalam penanganan Pandemi Covid-19 di Jayawijaya.
“Jadi tupoksi dan peran harus kembali pada masing -masing sektor, contoh dari medis memberikan informasi kepada keluarga, dari dari keamanan akan memberikan keamanan disana baik dari Kepolisian termasuk TNI, Satpol dan fungsi lainnya,” ungkap Kapolres Jayawijaya AKBP. Muh Safei A.B, SE, Kamis (2/9) kemarin.
Kapolres mencontohkan seperti yang terjadi di jenazah covid-19 dari salah satu warga KKSS yang dibawa pulang. Awalnya, medis diminta penjelasan apakah bisa dibawa pulang, dikafani, dengan APD kemudian dimasukan dalam peti kemudian tidak lagi boleh dibuka, dibawa ke rumah tinggal disterilkan dengan penyemprotan disinfektan, namun ini tidak dilakukan.
“Tidak ada penjelasan yang baik dari medis, sehingga dari waktu ke waktu sampai malam hari warga merasa dipermainkan, akhirnya langsung ambil karena informasinya pasien itu jantung tetapi sudah mau pulang dan tinggal sehari meninggal dunia dan dinyatakan Covid -19, itu yang masyarakat marah,”jelasnya.
Kapolres mengaku setelah setelah meninggal dan dinyatakan terpapar Covid -19, ia sempat ke kediaman keluarga yang meninggal bersama ketua KKSS. Sudah disampaikan kepada semua yang kontak dengan Jenazah segera melakukan pemeriksaan PCR ke RSUD Wamena, semua yang akan memandikan jenazah pakai APD dan kemudian melakukan penyemprotan disinfektan secara keseluruhan baik di rumah maupun di masjid.
“Namun hasil dari pemeriksaan PCR belum didapatkan, apakah ada yang terpapar atau tidak khususnya paguyuban KKSS, sementara jenazah Covid -19 yang dibawa ke Tolikara itu sebenarnya keluarganya sudah tahu kalau itu Covid, keluarga menandatangani surat pernyataan tak akan membuka peti jenazah sampai pemakaman,”jelasnya.
Terkait itu semua, kata Safei, ada undang -undang yang mengatur bagaimana penanganan jenazah Covid-19 oleh pemerintah , sehingga harus melakukan anev untuk kembali mengingatkan peran dan fungsi masing -masing , sehingga kalau ada seperti itu siapa berbuat apa, bisa diberikan penjelasan.
“Mungkin perlu ada humas yang menjelaskan kepada masyarakat, atau menyambung pesan dari dokter nanti disampaikan tim humas yang menyampaikan disitu, nanti pengamanan juga memberikan penjelasan sehingga tidak ada lagi masyarakat ingin membawa pulang jenazah Covid -19,”katanya.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *