Dor, Dalang Aksi Teror di Yahukimo Dilumpuhkan

Kapolres Yahukimo, AKBP. Deni Herdiana saat memimpin proses evakuasi anggota KKB Senat Soll ke atas pesawat di Bandara Nop Goliat, Dekai Kabupaten Yahukimo, Kamis (2/9).(Polda Papua for Cepos)

*Diduga Terlibat dalam Pembunuhan Staf KPU Yahukimo dan Penyerangan Dua prajurit TNI
JAYAPURA-Aparat gabungan Satgas Nemengkawi dan Polres Yahukimo akhirnya berhasil menangkap dalang sejumlah aksi teror di Kabupaten Yahukimo dari tahun 2019 hingga 2021.
Senat Soll atau Ananias Salak yang merupakan disersi anggota TNI yang kemudian menjadi anggota KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) berhasil dilimpuhkan saat dilakukan penggrebekan di Jalan Samaru, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Kamis (2/9) dini hari sekira puku; 05.28 WIT.
Senat Soll yang melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri saat akan dibekuk polisi, terpaksa dihadiahi timah panas. Polisi terpaksa melumpuhkan pelaku dengan menembak kaki kanannya.
Selain mengamankan Senat Soll, polisi juga mengamankan lima orang di lokasi penggrebekan yaitu PM (18), AT (21), MM (36) SA (24) dan AM (26).
Menurut data dari Kepolisian, Senat Soll diduga dalang aksi teror di Kabupaten Yahukimo di antaranya pembunuhan staf KPU Yahukimo Agustus tahun 2020 dan penyerangan terhadap dua anggota TNI di ujung Bandara Nop Goliat Dekai, 18 Mei 2021.
Direktur Kriminal Umum Polda Papua, Kombes Pol Faisal Ramadhani menyebutkan, penangkapan Senat Soll dilakukan tim gabungan yang dipimpin Kapolres Yahukimo, AKBP. Deni Herdiana di Jalan Samaru, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo.
Tim gabungan dari Satgas Nemangkawi dan Polres Yahukimo menurut Faisal, langsung melakukan penggrebekan di salah satu rumah di Jalan Samaru dan langsung menangkap Senat Soll bersama lima orang lainnya yang berada di dalam rumah.
Senat Soll menurut Faisal terpaksa dilumpuhkan lantaran melawan dan hendak melarikann diri saat akan ditangkap tim gabungan.
“Senat Soll mengalami luka tembak di kaki kanan karena melawan dan hendak melarikan diri. Dia langsung dilarikan ke RSUD Dekai untuk mendapatkan perawatan medis dan selanjutnya diterbangkan ke Kota Jayapura untuk dirawat di RS Bhayangkara Polda Papua,” jelas Faisal kepada awak media, kemarin (2/9).
Faisal menyebutkan, saat masih berdinas sebagai anggota TNI, Senat Soll pernah menyerahkan sebanyak 155 butir amunisi kepada anggota KKB bernama Ruben W.
Secara terpisah, Kapolres Yahukimo, AKBP. Deni Herdiana menyampaikan, pasca penangkapan Senat Soll situasi kondusif di wilayah hukumnya. Aktivitas masyarakat seperti biasa termasuk aktivitas pendidikan yang sudah bisa dilakukan secara tatap muka dengan mematuhi Prokes.
Terkait beredarnya informasi ancaman dari KKB yang akan menembak warga sipil, Kapolres Deni Herdiana menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. “Jangan percaya ucapan orang lain. Di sini (Yahukimo-red) masyarakat banyak menolak kelompok inio dan mendukung mereka keluar dari Yahukimo,” ucapnya saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, kemarin.
Kapolres menjelaskan, para tokoh yang ada di Yahukimo sudah melakukan pertemuan yang dipimpin Bupati Yahukimo. Dalam pertemuan tersebut, para tokoh berkomitmen dengan pernyataan menolak keras KKB yang ada di yahukimo. “Mereka ini (KKB-red) bukan masyarakat Yahukimo. Mereka berasal dari Nduga sehingga para tokoh yang ada di Nduga dengan tegas menolak kelompok ini,” ungkapnya.
Anggota Polres Yahukimo lanjut Kapolres, terus melakukan penggalangan dan anjangsana  kepada tokoh yang berpengaruh di Yahukimo. Selain itu, meningkatkan patroli.
Terkait dengan Senat Soll, Kapolres mengatakan Senat Soll merupakan pelaku pembunuhan berantai di Yahukimo. Senat menurutnya sudah diterbangkan ke Kota Jayapura untuk selanjutnya dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara. “Jika kondisinya sudah membaik, penahanannya direncanakan di Mako Brimob,” pungkasnya.(fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *