Akui Banyak Kriminal Karena Miras dan Milo

AKP Lintong Simanjuntak (Gamel Cepos)

JAYAPURA – Kapolsek Abepura, AKP Lintong Simanjuntak tak menampik jika selama ini banyak tindak kriminal yang terjadi di wilayah Abepura dipicu karena minuman keras. Para pelaku kerap dalam pengaruh minuman keras sementara korbannya terkadang orang biasa yang tidak dalam pengaruh minuman keras. Namun ada juga baik korban maupun pelaku sama – sama dipengaruhi minuman keras. Yang paling menyolok adalah tiga kasus pembunuhan yang terjasi pada Agustus kemarin.
Baik kasus pembunuhan seorang security Uncen, kasus tewasnya petugas honorer Satpol PP di Jl Kesehatan dan tewasnya seorang pemuda di SMK N 5 Jayapura setelah ditikam. Semua pelakunya dipengaruhi minuman keras. Terkecuali kasus pembunuhan security Uncen, dua kasus lainnya baik korban maupun pelaku sama – sama dipengaruhi miras. Menurut AKP Lintong pihaknya sudah mengupayakan melakukan patrol untuk memastikan bahwa tak ada orang mabuk yang reseh dan mengeliminir terjadinya tindak pidana.
Hanya saja dalam penanganan ini diakui jika tak mudah untuk memastikan semua aman jika banyak pintu masih terbuka. “Memang tidak mudah sebab kalau Abepura kami perketat, ini para peminum bis saja menjadi di Entrop, di Waena atau mungkin juga di Sentani. Begitu sebaliknya, jika Sentani diperketat bisa saja ada yang membeli sampai ke Waena,” beber Lintong di ruang kerjanya, Kamis (2/9). Meski demikian pihaknya masih tetap melakukan patrol rutin dan yang paling sering ditemui adalah penjual miras “ada sayang” yang biasanya berdiri di pinggir jalan.
“Ini juga agak ribet, kalau kami patrol mereka menghilang, tidak berdiri dan menawarkan barang. Tapi ketika patroli pergi, mereka langsung berjualan dan berdiri pada tempatnya masing – masing,” kata Lintong. Yang lain adalah beredarnya minuman keras local seperti ballo. “Ini sempat kami press dan di Abe nampaknya sudah tidak ada lagi karena sudah beberapa kali kami grebek dan menyita alat – alatnya. Tapi kami dengar di Yoka masih ada yang menjual. Ini juga sulit kalau satu ditutup sementara ditempat lain masih berjualan. Tapi kami tetap jalankan yang namanya patrol dan himbauan seperti ang sudah – sudah,” tutup Lintong. (ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *