22 Pasien Sembuh Dipulangkan dari KM Tidar

Kadinkes Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari, bersama Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM (Gratianus silas/cepos)

JAYAPURA- Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari, mengakui bahwa dari seluruh kapal PT Pelni yang dijadikan tempat isolasi terapung di seluruh Indonesia, pasien isoter kapal isoter KM Tidar di Kota Jayapura diketahui yang paling banyak.
Hal ini yang lantas membuat bingung Kadinkes Antari, yang menilai bahwa jumlah pasien yang saat ini dirawat di KM Tidar masihlah sedikit, jikalau melihat kapasitas tempat tidur yang tersedia mencapai 900 bed lebih.
“Di kapal, pasien kami masih sedikit sejak dioperasionalkan pada 21 Agustus lalu. Tapi disampaikan bahwa dari 6 kapal yang dijadikan isoter di seluruh Indonesia, pasien kita yang paling banyak. Meskipun kita merasa bahwa pasien kita masih sedikit kala dibandingkan dengan jumlah bed yang tersedia,” jelas dr. Ni Nyoman Sri Antari, Kamis (2/9) kemarin.
Kadinkes Antari menyebutkan bahwa dari total kasus Covid 19 di Kota Jayapura, warga kota yang dirawat di kapal isoter itu hanya 2 persennya saja. Hingga kini, dari total 854 pasien yang dirawat di Kota Jayapura, 23 pasien di antaranya dirawat di kapal Isoter KM Tidar, sedangkan sisanya dirawat di fasilitas kesehatan maupun menjalani isolasi mandiri di rumah.
“Demikian, kita berharap masyarakat yang terpapar Covid 19 tidak takut untuk menjalankan isolasi di kapal isoter. Jangan berpikir bahwa ini kelas ekonomi jadi tidak bagus. Justru sebaliknya, kapal ini telah kita tata dengan sangat baik, menciptakan suasana rumah sendiri bagi para warga yang dirawat di sana,” terangnya.
Kebutuhan dasar dipenuhi, seperti bed, sarung bed, bantal, peralatan mandi, hingga konsumsi. Fasilitas tambahan juga tersedia, mulai dari TV, photo booth, tempat bermain anak, agenda ibadah, senam pagi, mancing juga bisa, bahkan sesekali kapal melakukan pelayaran di perairan Teluk Youtefa.
“Dalam penanganan kesehatan, ada tenaga kesehatan yang standby, dengan 3 dokter umum, 6 perawat, 2 analis, dokter spesialis paru, dokter spesialis anak, hingga tenaga pengendalian infeksi. Ini semua kita lakukan agar warga yang dirawat cepat sembuh,” jelasnya.
Dari total 45 pasien secara kumulatif yang dirawat di kapal isoter KM Tidar, 22 pasien telah dinyatakan sembuh, dan kini tinggal menyisakan 23 pasien saja yang masih menjalani isolasi. (gr)
Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., menyebutkan bahwa masih banyak warga yang menjalani isolasi mandiri di rumah. Untuk itu diminta untuk dievaksuasi ke kapal isoter KM Tidar. Namun, Wali Kota Mano menegaskan, evakuasi harus melalui cara yang humanis, yang tidak menurunkan imun warga yang menjalani isoman tersebut. (gr/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *