428 Bus Siap Mengaspal di 4 Klaster PON

Tampak bus yang terparkir di Pelabuhan Jayapura setelah diturunkan dari KM. Dharma Kencana VII di Pelabuhan Jayapura, Rabu (1/9). (Erik / Cepos)

* Virtual Run Sambut PON

JAYAPURA-Sebanyak 428 unit bus dari Kementerian Perhubungan RI telah tiba di Papua dan telah disebar di empat klaster penyelenggaraan PON XX 2021, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika dan Merauke.

Adapun 428 bus tersebut dibagi dalam dua kategori, medium dan mikro. Dimana untuk bus medium berjumlah 211 unit dengan kapasitas 26 seat, sementara micro bus berjumlah 217 unit dengan kapasitas 19 seat.

Untuk 428 bus ini telah disebar langsung ke setiap klaster penyelenggara. Klaster Kota Jayapura mendapatkan 176 bus, Kabupaten Jayapura dengan 140 bus, Kabupaten Mimika dengan 67 bus. Sementara untuk kabupaten Merauke mendapatkan 45 unit bus.

Kementerian Perhubungan yang diwakili oleh Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Hubungan Antar Lembaga, Mayor Jenderal TNI Mar (Purn) Buyung Lalana berharap 428 bus tersebut benar-benar bisa dioptimalkan dalam mendukung pelaksanaan PON XX 2021 di empat klaster. Termasuk pelaksanaan Peparnas XVI yang akan digelar di Kota dan Kabupaten Jayapura pada bulan November mendatang.

“Ini salah satu perhatian pemerintah pusat untuk mendukung pelaksanaan PON XX, dan kami juga berharap 428 bus ini benar-benar bisa dioptimalkan selama pelaksanaan. Kami juga berharap kegiatan ini berjalan lancar dan tertib untuk membawa kebanggaan bagi Papua,” ungkap Buyung di sela-sela penyerahan bus dari Kementrian Perhubungan kepada Pemerintah Papua di Pelabuhan Jayapura, Rabu (1/9).

Sementara itu, Plt. Sekretaris Daerah Papua, Ridwan Rumasukun memberikan apresiasi yang tinggi kepada Presiden Jokowi melalui Kementrian Perhubungan yang terus mendukung pelaksanaan PON XX dan Peparnas XVI di Papua.

“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh kru yang sudah mengantarkan kendaraan sampai di sini (Jayapura) dan bus ini juga sudah tiba di Merauke dan Timika. Kami akan gunakan bus ini sesuai dengan amanah dari bapak Presiden,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Recky D. Ambrauw mengatakan bus kategori medium yang berjumlah 211 unit, merupakan bus yang disewa oleh Kementerian Perhubungan dan telah include dengan sopir. Kemudian tipe micro bus yang berjumlah 217 unit merupakan pengadaan baru dari Kementerian Perhubungan.

“Makanya kami diberikan kewenangan dari Kementerian Perhubungan untuk merekrut sopir atas permohonan bapak Gubernur Papua kepada Bapak Presiden. Dimana 100 persen bus 217 itu semua sopirnya orang asli Papua (OAP). Kami sudah rekrut dapat 235 orang asli Papua yang jadi sopir,” ucap Recky.

Recky menuturkan bahwa 428 bus tersebut untuk melayani selama PON dan hanya khusus bagi atlet dan official. Pelayanan menurut Recky akan dimulai dari penjemputan dari bandara hingga ke tempat penginapan, dan segala kegiatan selama pelaksanaan PON berlangsung.

“Jumlah sopir yang ikut bus besar (medium) ditambah dengan mekanik, jumlahnya sekira  235 orang. Untuk yang OAP itu kami rekrut 261 orang sudah termasuk dengan sopir cadangan. Itu khusus 217 unit bus itu OAP. Mulai tanggal 1 September, mereka sudah aktif semua. Pool untuk Kota Jayapura ada di PTC, untuk Kabupaten Jayapura di daerah Nendali, perumahan Sagita,” ujar Recky.

Recky menjelaskan bahwa saat ini seluruh bus tersebut dalam pengawasan Dinas Perhubungan Papua. “Nah, proses sore ini (kemarin) adalah proses dari Kementerian Perhubungan kepada Pemerintah Provinsi Papua. Dari Pemerintah Provinsi itu proses lagi kepada PB PON XX Papua untuk dioperasionalkan,” tuturnya.

Menyoal jumlah bus yang akan digunakan untuk Peparnas XVI, Recky menuturkan bahwa sekira 160 unit bus akan digunakan untuk pelaksanaan Peparnas XVI Papua.

“Yang akan digunakan untuk Peparnas di bulan November dari 160 itu, sekitar 60 unit kami akan modifikasi untuk difabel dan sangat membantu. Saya sebagai Ketua Koordinator Bidang Transportasi PB Peparnas memberikan ucapan terima kasih banyak, karena kami tidak lagi mencari bus, tidak perlu sewa dari mana setelah PON tinggal dipakai untuk pelaksanaan secara gratis,” ucap Recky.

“Dan yang mau saya sampaikan lagi bahwa semua sopir ini semuanya menjadi beban Kementerian Perhubungan, kami hanya batu rekrut, tanggung jawab kami di Papua hanya akomodasi dan konsumsi, bbm dan honor itu tanggung jawab Kementerian Perhubungan,” pungkasnya.

Sementara itu, masyarakat bisa merasakan aura PON XX/2021. Mereka bisa mengikuti Virtual Run Kirab Api PON XX Papua 2021.

Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman kemarin mengajak masyarakat untuk mengikuti kirab. Pendaftaran sudah dibuka secara online sejak kemarin.

“Kirab api PON XX/2021 Papua tidak bisa dilakukan secara sepenuhnya. Sehingga sebagian dilakukan secara virtual. Masyarakat bisa ikut serta dan membagikan kehangatan Kirab Api PON melalui event virtual ini,” kata Marciano dalam acara launching kemarin.

Dalam Virtual Run Kirab Api PON XX Papua 2021 ini peserta bisa memilih kategori antara 5 Km, 10 Km, 21 Km, atau 42 Km.

Race Management Gunawan Samiadjie menjelaskan bahwa event ini dibuat semirip mungkin dengan PON. Termasuk desain medali dan jersey yang akan didapatkan para peserta nanti.

“Virtual run ini juga menghargai hasil latihan kita meskipun tidak ada race secara offline. Bisa dibilang ini menjadi cabor PON yang ke-38, dimana masyarakat bisa berpartisipasi,” papar Gunawan.

Untuk mendaftar Virtual Run Kirab Api PON XX Papua 2021 ini dipatok dengan harga Rp 150 ribu. Bagi yang mendaftar dalam early bird akan mendapat harga Rp 135 ribu. Gunawan mengatakan pihaknya menyediakan slot hingga dua ribu peserta. (eri/gil/bas/nat).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *