Polres Yahukimo Antisipasi Serangan KKB

AKBP. Deni Herdiana (FOTO: Elfira/Cepos)

#Empat Orang Simpatisan KKB Ditetapkan Sebagai Tersangka

JAYAPURA-Sebanyak 300 personel gabungan Satuan Tugas Nemangkawi dan anggota Polres Yahukimo bersiaga mengamankan Mapolres Yahukimo pasca empat simpatisan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ditangkap.
Empat orang simpatisan KKB tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan inisial HH, EB, YH dan YH. Empat tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.
“Ratusan personel disiagakan di Mapolres Yahukimo mengantisipasi adanya penyerangan pasca empat orang simpatisan KKB yang ditahan,” ungkap Dirkrimum Polda Papua Kombes Pol Faisal Ramadhani saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Selasa (31/8).
Ia menjelaskan, ada tiga KKB yang diduga menargetkan serangan ke Mapolres Yahukimo. Mereka adalah Senap Sol, Temianus Magayang dan Tenius alias Tendius Gwijangge. Dimana gabungan anggota dari tiga kelompok ini sebanyak 40 personel.
“Dari pemeriksaan salah seorang tersangka, terungkap tiga kelompok ini memiliki belasan pucuk senjata api,” jelasnya.
Lanjut Faisal yang juga Kepala Satgas Penegakan Hukum Nemangkawi, KKB menargetkan menyerang Mapolres Yahukimo untuk menghentikan pemeriksaan empat tersangka tersebut. Sebab, pemeriksaan keempat orang ini akan mengungkap lokasi persembunyian dan strategi KKB di Yahukimo atas teror selama ini.
Ia menjelaskan, sebelumnya tim Satgas Penegakan Hukum Nemangkawi bersama jajaran Polres setempat menangkap oknum kepala distrik dan tiga orang di Deikai, Kabupaten Yahukimo, Sabtu (28/8) dengan inisial EB (kepala distrik), HH, YB dan YH.
Dimana EB salah satu dari empat orang yang ditahan. Peran EB adalah sosok yang mengundang Tenius Gwijangge untuk bergabung dalam KKB Yahukimo. Semua keperluan KKB di Dekai disiapkan oleh EB.
Sementara YH diduga kuat terlibat pembunuhan empat pekerja bangunan di Kampung Bingky, Distrik Seradala, pada (29/6). Untuk tersangka Y merupakan keponakan dari EB yang bertugas menyediakan logistik bagi KKB dan EH berperan sebagai supir kendaraan yang mengangkut KKB.
“Empat tersangka masih menjalani pemeriksaan di Polres Yahukimo, anggota masih mendalami keempatnya,” kata Faisal.
Sementara itu, Kapolres Yahukimo, AKBP. Deni Herdiana menyampaikan, wilayah hukumnya hingga saat ini kondusif. Aktivitas perekonomian dan pemerintahan berjalan seperti biasa
“Hingga saat ini kami meningkatkan patroli di wilayah Yahukimo,” ungkap Kapolres Deni Herdiana saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Selasa (31/8).
Secara terpisah, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal menyampaikan, Polisi berhasil mengamankan 4 orang terduga terlibat dalam KKB.  Penangkapan empat orang dengan inisial HH, EB, Y dan YH berawal adanya kendaraan roda empat yang sering bolak-balik dari Dekai menuju kali Brasa tempat kejadian pembunuhan dua karyawan PT Indo Papua.
Saat melintas di depan Mapolres Yahukimo, kendaraan tersebut langsung digiring masuk ke dalam Mapolres Yahukimo.
Sopir mobil berinisial HH langsung diamankan dan dilakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan diperoleh informasi adanya belasan orang yang terkait dengan KKB tengah berada di rumah kepala Distrik Wusama berinisial EB.
“Saat melakukan penyergapan personel berhasil mengamankan tiga orang pria beinisial EB, Y dan YH. Saat ini ketiganya sudah ditahan di Rutan Mapolres Yahukimo,” jelasnya.
Kamal menerangkan, empat tersebut diduga kuat terlibat dalam KKB yang merupakan tindak lanjut dari pembunuhan dua pekerja PT. Indo Papua, Minggu (22/8) lalu.
Peran keempat tersangka, yakni EB yang merupakan kepala Distrik Wusama berperan sebagai otak dan penyandang dana untuk aktifitas KKB. Sementara HH merupakan sopir yang kerap mengantar keperluan KKB dan Y adalah keponakan EB yang berperan untuk menyiapkan keperluan logistik KKB.
Adapun YH merupakan anggota KKB yang kerap ikut langsung dalam berbagai aksi. Termasuk pembunuhan empat pekerja bangunan di Kampung Bingky Distrik Seradala pada tanggal 29 Juni 2021 dan pembunuhan dua pekerja PT Indo Papua di Jembatan Kali Brasa, Dekai 22 Agustus lalu.
Sebelumnya, teror KKB  di Yahukimo terjadi sepanjang tahun 2021 mulai dari pembacokan dua personel TNI Prada Ardi Yudi dan Praka M Alif Nur hingga gugur di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo pada mei lalu. Senjata mereka ikut dirampas dan dibawa kabur.
Penyerangan para pekerja jembatan PT Papua Cremon, di Distrik Seradala. Dimana dalam penyerangan tersebut, sejumlah pekerja tewas dan ada warga yang disandera pada Kamis (24/6). Tertembaknya Briptu Kenny Carlos Julian Kipuw dalam kontak tembak pada tanggal 10 Juli.
Kemudian tewasnya pemilik kios bernama Yunus Padang Mangalik (45) akibat dibacok di Paradiso Belakang, Prumahan Sosial Momuna Dekai Kabupaten Yahukimo pada Jumat (13/8), satu unit sawmill dan dua unit rumah warga yang berlokasi di Jalan Paradiso  Belakang, Distrik Dekai dibakara pada Selasa (17/8).
Terakhir, dua karyawan PT Indo Mulia Baru yakni Rionaldo Raturoma dan Dedi Imam dibujuh dan jenazahnya dibakar bersama mobil yang dikendarainya di Sungai Brazza, Kampung Kribun, Distrik Dekai, Minggu (22/8). Serta, empat anggota Polri terkena rekosert yakni AKP I Putu Edi Wirawan terkena rekoset di leher, Iptu Arif Rahman terkena tembak di helem, Bripka Irwan terkena rekoset di kaki kanan dan Bharatu Nimrot rekoset di tangan kanan saat kontak tembak dengan KKB pada Senin (23/8). (fia/nat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *