Kian Serius Wujudkan Akademi Sepakbola dan Atletik

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi Papua, Alexander Kapisa (kiri) saat menerima buku kajian pembentukan akademi Sepakbola dan Atletik di Hotel Horison Kotaraja, Senin (30/8). (Erik / Cepos)

JAYAPURA – Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe memiliki harapan besar untuk menjadikan Papua sebagai provinsi cabang olahraga Sepakbola dan Atletik. Sumber daya manusia serta didukung oleh fasilitas olahraga yang mendukung membuat orang nomor satu di Papua itu berambisi untuk menjadikan Papua sebagai provinsi Sepakbola dan Atletik.

Merespon harapan besar Gubernur Papua, Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Papua terus berupaya untuk mencapai hal itu. Bahkan Disorda Papua telah melakukan kajian untuk mewujudkan sebuah akademi khusus cabang olahraga Sepakbola dan Atletik.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi Papua, Alexander Kapisa juga sadar betul, bahwa SDM Papua untuk cabang olahraga Sepakbola dan Atletik sangat menjanjikan. Apalagi pasca PON dan Peparnas, Papua sudah disuguhkan infrastruktur olahraga yang mumpuni dalam pembinaan atlet.

Sehingga rencana pembentukan Akademi Sepakbola dan Atletik di Bumi Cenderawasih dianggap sudah sangat tepat. Bahkan ia mendorong agar rencana tersebut bisa terwujud sebelum masa pimpinan Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe berakhir.

“Ini salah satu upaya dalam mewujudkan visi dan misi Gubernur, dan ini harus terwujud sebelum masa jabatan pak Gubernur berakhir. Kita buat desainnya dulu, dan kita harus konsisten, punya komitmen. Saya sepakat dan selanjutnya saya akan pimpin tim untuk melakukan koordinasi dan ini harus diwujudkan,” ungkap Alexander disela-sela presentasi akhir kajian akademi Sepakbola dan Atletik di Hotel Horison Kotaraja, Senin (30/8).

Kata Alex, nantinya Disorda Papua hanya selaku legislator dan eksekutor akan melibatkan pihak ketiga agar Akademi Sepakbola dan Atletik benar-benar dapat menjadi industri olahraga kedepannya.

“Ini juga rencana besar pak Gubernur untuk menjadikan Papua sebagai provinsi Sepakbola dan Atletik, dan saya juga sudah sampaikan kepada Menpora terkait rencana ini, dan pak Menpora juga menyambut baik, bahkan beliau meminta kita memaparkan rencana ini kepada mereka,” ujar Alex.

Nantinya, akademi Sepakbola dan Atletik akan difokuskan di kawasan Sport Center Kampung Harapan, Sentani, Kabupaten Jayapura. Alex mengaku, bahwa dalam waktu dekat mereka juga akan meninjau kawasan Sport Center Kampung Harapan untuk mengecek beberapa fasilitas yang tersedia dan bahkan melengkapi beberapa fasilitas guna menunjang akademi Sepakbola dan Atletik.

Alex juga menuturkan, bahwa pasca PON dan Peparnas, prestasi atlet Papua mestinya harus lebih baik lagi. Selain ditunjang dengan SDM, Papua juga sudah didukung oleh fasilitas olahraga.

“Dan saat ini pelaksanaan PON dan Peparnas kita sudah punya banyak venue berstandar sesuai federasi masing-masing Cabor. Dulu talenta Papua yang luar biasa dengan kekurangan fasilitas. Saat ini semua fasilitas ada. Jadi apa yang kurang lagi. Jadi kalau sampai 5 tahun kedepan Papua tidak berprestasi di olahraga kita salah,” kata Alex.

“Saya secara pribadi, membangun venue tidak begitu membanggakan, tapi kalau kita bisa menciptakan atlet prestasi itu baru luar biasa. Dan akademi sepakbola dan atletik ini harus jalan. Ini penting sekali dan kajian ini harus diwujudkan,” sambungnya.

Selain itu, Alex juga membeberkan akan mencarikan solusi terbaik agar cabang olahraga Sepakbola dan Atletik yang ada di PPLP tidak tumpang tindih dengan akademi Sepakbola dan Atletik yang akan mereka berikan.

Sementara itu, tim pengkaji, Ucup Yusuf mengatakan bahwa Papua secara alamiah memiliki SDM yang cukup mendukung dalam mengembangkan olahraga Sepakbola dan Atletik. Apalagi di era sekarang, olahraga juga merupakan industri.

Selain itu, untuk menopang akademi Sepakbola dan Atletik benar-benar bisa menghasilkan atlet potensial. Kata Ucup, mereka menyarankan agar pelatih yang nantinya akan dilibatkan juga memiliki kualitas yang mumpuni.

“Akademi ini juga tergantung pada kualitas pelatih yang menangani Sepakbola dan Atletik ini. Pelatih harus benar-benar terseleksi. Baik dari kompetensi dan pengalaman. Jangan memilih pelatih yang latar belakangnya minimal, kalau bisa maksimal. Karena tidak gampang menciptakan atlet sepakbola dan taktik ini,” pungkasnya. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *