Jangan Sekadar Memenuhi Persyaratan, Tapi Harus Tingkatkan Kompetensi

Kepala Lembaga Administrasi Nasional (LAN) RI, Adi Suryanto didampingi oleh Plt. Sekda Provinsi Papua, Ridwan Rumasukun, memberikan salam kepada para peserta PKN Tingkat II di Aula BPSDM Papua Kotaraja, Kota Jayapura, Selasa (31/8) kemarin. (Yewen/Cepos)

JAYAPURA- Kepala Lembaga Administrasi Nasional (LAN) RI, Adi Suryanto mengungkapkan bahwa Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II ini tidak sekedar hanya memenuhi persyaratan, tetapi meningkatkan kapasitas, kopetensi dan selain itu memanfaat lain adalah membangun jejaring.
“Karena di level pimpinan tinggi, baik pratama, madya maupun utama terkadang tim work menjadi penting untuk menyelesaikan persoalan dan untuk menyelesaikan semua masalah,” ungkapnya saat memberikan sambutan disela-sela kegiatan pembukaan PKN Tingkat II di Aula BPSDM Papua, Kotaraja, Kota Jayapura, Selasa (31/8).
Suryanto menyampaikan, jangan sampai ada pejabat tinggi pratama yang kurang gaul. Artinya bekerja sendiri. Tidak punya kolaborasi, tidak bisa membangun jejaringan dengan pihak lain, instansi lain, baik pusat maupun daerah. “Saya kira inilah kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap pimpinan level tinggi,” ujarnya.
Kata Suryanto, PKN II saat ini dilaksanakan dalam suasana pandemi Covid-19 memberikan pembelajarna demikian banyak kepada ASN, sebagai bagian dari birokrasi Indonesia. “Dalam pesan bapak Presiden kita harus pandai-pandai mengambil pelajaran dari krisis ini. Di sisi lain kita prihatin, tetapi di sisi lain kita harus mengambil pelajaran dari Covid-19,”katanya.
Sementara itu, Plt. Sekda Provinsi Papua, Ridwan Rumasukun mengungkapkan bahwa PKN Tingkat II jangan hanya dijadikan sebagai syarat untuk duduk dalam jabatan, melainkan dijadikan sebagai kesempatan untuk menambah kapasitas dan meningkatkan kompetensi di bidang tugas masing-masing.
“Perlu saudara ketahui tantangan masa depan tata Kelola pemerintahan memberikan terobosan dan inovasi untuk dapat mewujudkan strategi yang baru, lebih handal seperti yang ada selama,” ungkapnya.
Rumasukun menyampaikan, para pejabat tinggi pratama dituntut untuk melakukan perubahan yang dapat membawa organisasi pada langkah kemajuan yang lebih mapan dan dapat dirasakan manfaatnya. “Minimal bagi organisasi, pemerintah daerah dan harus memiliki manfaat yang nyata bagi stekholder dan masyarakat luas,” ujarnya.
Rumasukun berpesan kepada para peserta PKN II untuk serius dan sungguh-sungguh mengikuti seluruh proses pembelajaran. Karena selama mengikuti pelatihan ini para peserta PKN II dibebaskan dari tugas-tugas untuk sementara waktu.
“Saya menunggu karya nyata dari saudara-saudara, berupa inovasi melalui terobosan nyata yang saudara buat dalam jangka pendek, menengah dan jangka panjang dalam rangka pelayanan masyarakat di tanah Papua,” ucapnya. (bet/wen)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *