DP2KB Tolikara Berikan Dana Pembinaan

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Lowis Genongga, STh menyerahkan uang pembinaan sebesar Rp 10 juta kepada salah satu kelompok yang aktif memberi laporan kontrasepsi di kantor pemberdayaan, Senin (23/8) pekan kemarin. (Diskominfo for Cepos)

Bagi Kelompok yang Aktif Jalankan Program KB
KARUBAGA- Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Lowis Genongga,STh melalui Kabid Kependudukan dan Keluarga Berencana Dece Pagawak menggelar kegiatan Pengelolaan Operasional dan Sarana di Balai Penyuluhan KKBPK Karubaga, Senin (23/8) pekan lalu.
Dinas Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana melalui bidang Kependudukan dan Keluarga berencana memberikan  penghargaan kepada beberapa kelompok binaan yang selalu memberikan laporan tentang pelaksanaan program KB.
Saat ini dua kelompok menerima penghargaan uang pembinaan sebesar Rp10 juta bagi dua kelompok di kota Karubaga. Selain dua kelompok itu beberapa titik pembinaan akan menerima penghargaan yang sama, apabila laporannya lengkap dan lancar.
Dijelaskannya kelompok yang menerima penghargaan uang pembinaan ini bagi mereka yang mulai mengonsumsi pil KB setelah mendapatkannya, dengan kata lain boleh memulai menggunakannya kapan pun, bahkan di tengah siklus menstruasi. Namun, waktu mereka terhindar dari kehamilan bergantung pada kapan mereka memulai menggunakannya. Ditambah lagi, jenis pil yang mereka gunakan juga menentukan.
“Mereka yang mengonsumsi secara konsisten dan mengikuti arahan pasti berhasil. Bagi seseorang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang menjalani pengobatan lain. Tidak hanya itu, jika Anda sedang mengonsumsi suplemen herbal yang dapat mengintervensi kinerja pil kontrasepsi tidak dianjurkan untuk ikut program ini,” imbuhnya.
Pil KB aman digunakan oleh sebagian besar wanita. Wanita muda yang bisa selalu ingat untuk mengonsumsi setiap hari dan menginginkan proteksi sempurna dari kehamilan dapat menggunakannya. Namun, tidak semua wanita dapat menggunakan alat kontrasepsi ini. Pil KB tidak direkomendasikan bagi wanita yang memiliki berat badan berlebih. Begitu pula dengan wanita yang telah berusia 35 tahun dan juga merokok.
Ditambahkannya berbagai manfaat bisa diperoleh dari Pil KB ini dapat mengurangi jumlah aliran darah saat menstruasi. Jumlah darah yang hilang memainkan peran penting untuk mencegah anemia defisiensi zat besi. Selain itu sekitar 70-90 persen pasien melaporkan peningkatan kondisi dari payudara fibrosistik melalui terapi kontrasepsi oral.
Kontrasepsi hormon oral adalah jenis kontrasepsi terbaik bagi wanita yang berada dalam risiko tinggi akan kehamilan ektopik, kondisi mengancam nyawa. “meskipun mungkin akan memakan waktu 2-3 bulan untuk bisa hamil setelah menghentikan konsumsi pil KB, bukan berarti penggunaanya memengaruhi kesuburan. Artinya, Anda tetap bisa hamil jika Anda menghentikan penggunaannya”. Kata Dece pagawak.
Dalam keempatan ini, Dece Pagawak juga mensosialisasikan sejumlah alat kontrasepsi yang bisa dipakai masyarakat, khususnya pasangan usia subur, diantara IUD atau KB spiral, kondom, kontrasepsi oral, cincin vagina, dan koyo hormon. Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, baik dalam hal kenyamanan, potensi efek samping, dan efektivitas pencegahan kehamilan. (Diskominfo Tolikara)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *