Venue PON Mulai Dipakai Latihan

 

Jawa Pos—Tiga Venue terbaru perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX 2021 di Papua kini mulai dimanfaatkan untuk latihan oleh para atlet. 3 venue tersebut meliputi Sepatu Roda, Dayung, dan Panahan.

Ketiga venue tambahan yang telah selesai mulai dikerjakan Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Papua, Ditjen Cipta Karya sejak 25 Februari 2020 dengan anggaran sebesar Rp. 128,2 miliar.

Sebelumnya, Kementerian PUPR telah menyelesaikan 4 venue utama, yakni arena Aquatic dan Istora Papua Bangkit di kawasan Olahraga Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur dan venue Cricket serta lapangan Hockey (indoor dan outdoor) di kompleks olahraga Doyo Baru, Distrik Waibu di Kabupaten Jayapura.

Pengelolaan 4 venue tersebut telah diserahterimakan pada Pemprov Papua pada Juni 2021 lalu. Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo berharap semua venue PON Papua 2021 dirawat dengan baik oleh Pemerintah Provinsi Papua.

“Sebab merawat aset yang terbangun jauh lebih sulit ketimbang pembangunannya. Aset dengan nilai investasi yang sangat mahal harus bisa dimanfaatkan dan dipelihara oleh pemuda Papua demi mengukir prestasi olah raga nasional di Timur Indonesia,” kata Wempi.

Arena Sepatu Roda berlokasi di daerah Bumi Perkemahan Waena, Kota Jayapura, Kemudian arena Dayung dibangun tidak jauh dari Jembatan merah Youtefa yang membentang di atas Teluk Youtefa. Sementara arena Panahan dibangun di kawasan kompleks olahraga Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura.

Saat ini ketiga venue tambahan tersebut sudah dimanfaatkan oleh sejumlah atlet, khususnya dari kontingen Papua dan Papua Barat untuk berlatih.

Selain membangun venue olahraga, Kementerian PUPR juga melakukan penataan kawasan untuk mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Provinsi Papua. Penataan dilakukan di kawasan pembangunan venue Aquatic dan ISTORA Papua Bangkit di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur dan arena Cricket dan Lapangan Hockey (Indoor dan Outdoor) di Kampung Doyo Baru, Distrik Waibu.

Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo menyampaikan pengelolaan infrastruktur PON Papua yang telah selesai dibangun akan lebih baik apabila melibatkan para pemuda Papua karena merekalah generasi penerus yang akan mewarisi infrastruktur yang sudah dibangun.

“Aset dengan nilai investasi yang sangat mahal harus bisa dimanfaatkan dan dikelola oleh pemuda Papua demi mengukir prestasi olahraga nasional di Timur Indonesia,” kata Wamen Wempi.

Saat ini progres seluruh pekerjaan penataan kawasan telah selesai 100 persen dan siap mendukung pelaksanaan PON Papua yang rencananya akan digelar pada 2-15 Oktober 2021. Total biaya penataan sebesar Rp. 211,7 miliar untuk pembangunan jalan penghubung antar venue, area parkir, ruang terbuka hijau, pedestrian, dan lansekap.

Penataan kawasan olahraga Kampung Harapan seluas 28,7 hektare mulai dilaksanakan sejak Januari 2020. Di lokasi ini juga dibangun sejumlah fasilitas pendukung seperti lapangan latihan/pemanasan, zona aman stadion, dan area parkir berkapasitas 123 unit bus, 1.059 unit mobil, dan 678 unit kendaraan.

Sementara untuk penataan kawasan Doyo Baru sudah mulai dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT Cahaya Bina Karya sejak kontrak per 4 Desember 2019. Sama dengan kawasan olahraga Kampung Harapan, di kawasan Doyo Baru juga dilakukan penataan di antaranya jalan penghubung antar venue, area parkir, ruang terbuka hijau, pedestrian, area aman setiap venue, dan lansekap.(tau/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *