Tarung Derajat Bali Targetkan Tiga Medali Emas

Sekretaris Umum Pengprov Kodrat Bali, A.A. Bagus Tri Candra Arka (kiri) mengamati atlet Tarung Derajat Bali yang melakukan latihan jelang PON XX Papua. (Naufal Fikri Yusuf)

Denpasar– Tim tarung derajat Bali menargetkan meraih tiga medali emas pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua pada Oktober mendatang.
“Target medali PON Papua nanti kami targetkan bisa dapat tiga medali emas karena sebelumnya pada PON 2016 kami bisa meraih dua medali emas. Sedangkan pada pra-PON kemarin kami bisa meraih lima medali emas. Jadi untuk PON Papua target tiga medali emas,” ujar Sekretaris Umum Pengprov Kodrat Bali, A.A. Bagus Tri Candra Arka di Denpasar, Senin.
Pada PON Papua, tim tarung derajat Bali akan mengirim delapan petarung yang terdiri dari enam atlet putra dan dua petarung putri untuk bertanding di sejumlah kelas.
Meskipun memasang target tiga medali emas, menurut Bagus Tri Candra Arka, apabila tim tarung derajat Bali mampu meraih empat medali emas maka Bali berpeluang besar menjadi juara umum pada cabang olahraga tersebut di PON XX Papua.
“Kami pasang target tiga emas, kalau misalkan bisa melebihi target empat emas sudah juara umum. Yang jelas kami tentu optimis dan mudah-mudahan bisa meraih tiga emas karena sejak PON 2008, tarung derajat selalu menyumbang medali emas untuk Bali,” katanya.
Bagus Tri Candra Arka menjelaskan, untuk mampu meraih target tersebut, pihaknya terus melakukan latihan intensif menjelang keberangkatan tim ke Papua.
“Menjelang PON ini kami terus meningkatkan program-program latihan teknik. Selain itu pada awal Oktober kami berencana melakukan simulasi dengan mantan-mantan petarung nasional, Pomnas, Porprov dan mantan petarung pra-PON Bali yang kemarin tidak lolos,” ungkapnya.
Ia menambahkan, saat ini seluruh petarung juga telah menjalani masa latihan terpusat dan tinggal di hotel yang menjadi asrama selama program itu untuk menjaga kondisi fisik mereka,
Dalam sehari, petarung-petarung tarung derajat Bali melakukan latihan rata-rata selama empat jam pada pagi dan sore hari. Waktu tersebut berkurang jika dibandingkan waktu latihan atlet sebelum masa pandemi Covid-19 yang bisa mencapai tujuh jam per hari.

“Hal ini kami lakukan untuk menjaga kondisi fisik petarung agar tetap fit dan tidak kelelahan di masa pandemi ini. Karena apabila mereka kelelahan lalu imunitas tubuh menurun jadi rentan terpapar COVID-19,” ujar Bagus Tri Candra Arka.(Antara/JawaPos)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *