93,93 Persen Pasien Covid-19 Meninggal Karena Belum Divaksin

Chairul Lie, M.Kes (Yewen/Cepos)

SENTANI- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Chairul Lie, M.Kes, yang juga juru bicara Satgas Covid-19 mengungkapkan, perkembangan Covid-19 di Kabupaten Jayapura saat ini berada di angka 3000 lebih.

“Saat ini 463 pasien yang dirawat, baik pasien yang isolasi mandiri maupun yang berada di RSUD Yowari,”ungkapnya kepada wartawan di Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (30/1).

Untuk angka kematian pasien Covid-19 sendiri, kata Chairul dari 114 orang pasien, ternyata sekitar 93,93 persen meninggal dan belum divaksin sama sekali. Kemudian ada sekitar 6,07 persen sudah divaksin, tapi dosis pertama.

“Untuk vaksinasi untuk dosis pertama kita baru mencapai 45,06 persen dosis pertama. Untuk dosis kedua mencapai 28,82 persen,”ucapnya.

Untuk mencapai 70 persen, Chairul menyampaikan, pihaknya masih kekurangan sekitar 25 persen. Oleh karena itu, jika satu hari ingin mencapai 1 persen, maka harus ada 870-an orang yang harus disuntik dosis pertama.

“Sementara kalau kita katakan satu hari kita bisa mencapai 250 dosis, maka dosis pertama sekitar 870-an bisa tercapai,”ujarnya.

Dalam program vaksinasi, tentu ada kendala-kendala yang dihadapi, sebagaimana survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa di luar Jawa-Bali, kira-kira 30 persen orang secara sukarela mau divaksin, 30 persen orang ragu-ragu untuk divaksin dan 40 persen orang masih menolak untuk divaksin.

“Jika kita tadi (kemarin-red) cakupannya sudah 30 persen, maka yang divaksin secara sukarela sudah selesai kita lakukan. 15 persen yang ragu-ragu sudah kita lakukan. Sekarang kita mau menyelesaikan 40 persen yang menolak dan 15 persen yang masih ragu-ragu,” bebernya. (bet/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *