Warga Kota Jayapura berkunjung di ke KRI Bima Suci yang berlabuh di Pelabuhan Jayapura, Ahad (29/8). KRI Bima Suci ini rencananya akan bertolak ke Raja Ampat hari ini (Senin 30/8).(Gamel Cepos)

*Warga Kota Jayapura Antusias Kunjungi KRI Bima Suci

JAYAPURA-Setelah empat hari berada di Jayapura, Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Bima Suci akhirnya pamit diri. Kapal  yang dilengkapi dengan beberapa peralatan modern ini berlabuh di Pelabuhan Jayapura sejak 25 Agustus dan akan bertolak  keluar hari ini (Senin, 30/8). Kapal yang dipimpin oleh Letkol  Laut (P) Waluyo selanjutnya akan bertolak ke Raja Ampat, Papua Barat.

Letkol Laut Waluyo menyampaikan bahwa satu misi dari kapal ini adalah membawa pesan kebhinekaan sekaligus menyampaikan pesan bahwa lautan Indonesia itu indah dan kaya. Dari pelabuhan ke pelabuhan, KRI Bima Sakti juga menjadi menjadi magnet untuk mempromosikan pendidikan dalam taruna akademi angkatan laut. Karena itulah selain perwira, di kapal ini juga membawa Satgas Kartika Jala Krida Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL).

Kapal ini menurut Letkol Waluyo akan berlayar selama 99 hari mulai dari 26 Juli 2021 hingga 2 November 2021 dengan jarak tempuh sejauh 11.328 NM denan menyambangi 13 destinasi mulai dari Surabaya, Labuan Bajo, Tual, Jayapura, Raja Ampat, Morotai,  Nunukan (Sei Pancang), lantas menuju Tarakan,  Ranai, Sabang , Nias , Cilacap lalu Bali, dan kembali ke pangkalan Surabaya.

“Harusnya pelayaran yang kami lakukan rutenya ke lar negeri, ke Rusia namun karena pandemi covid dimana angkanya masih tinggi akhirnya kami hanya menjalankan tugas untuk melakukan pelayaran di Indonesia saja,” jelas Letkol Waluyo  kepada Cenderawasih Pos di ruang perwira, Ahad (29/8).  Menariknya, tertarik covid ini, dalam KRI Bima Suci juga bisa melakukan penanganan jika ternyata ada prajurit yang terpapar.

“Ruangan, tenaga medis dan program selama isoman juga kami siapkan. Tidak perlu khawatir jika ada yang reaktif. Kami sudah ada langkah – langkahnya,” jelas Waluyo.

Ruangan-ruangan untuk isolasi mandiri dengan filter termasuk dilengkapi dengan PCR Mobile juga ada. Pelayaran KJK 99  hari ini diharapkan dapat melatih taruna-taruni AAL Korps Pelaut dalam mempraktekkan ilmu navigasi astronomi/navigasi bintang. Sementara untuk Taruna AAL Korps Teknik dapat mengaplikasikan langsung ilmu teknik mesin kapal dan untuk taruna AAL Korps Elektronika mampu mempraktekkan ilmu tentang peralatan komunikasi elektronika di kapal sedangkan taruna korps suplai dapat memahami lebih banyak tentang perbekalan.

 Menariknya di kapal ini kata Waluyo juga memiliki mesin pengolah sampah. Waluyo cukup memahami persoalan sampah di laut dimana sampah yang dihasilkan tidak langsung dibuang. “Ada sampah plastik yang kami press dan padatkan dan ini tidak dibuang ke laut  sedangkan sampah basah juga kami simpan dan bungkus dengan rapih dalam ruangan khusus,” imbuhnya.

  Sementara itu sehari menjelang keberangkatan, KRI warga kota yang antusias datang dan menaiki kapal ini meski hanya untuk sekedar foto – foto. Ada yang bolak balik naik turun untuk mencari spot foto dengan latar belakang tali-tali layar. Tali-tali inilah yang menjadi daya Tarik karena terlihat jarang ada kapal  berukuran cukup besar, memiliki layar dan bisa dikunjungi masyarakat umum.

Howard, salah satu pengunjung KRI Bima Suci mengungkapkan ketakjubannya. “Ini pertama kalinya saya mengunjungi kapal sebesar ini. Keren sekali, seperti bajak laut dan instagramable. Sangat cocok untuk yang suka berfoto ria.” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos Minggu (29/8) kemarin.

Hal serupa juga dirasakan oleh Welly, pengunjung lainnya. “Kami senang sekali, menemukan spot foto baru. Rumah kami sangat dekat dari sini hanya menempuh waktu lima menit untuk sampai kesini. Jadi ketika kapal tersebut datang, mudah saja kami mengetahuinya. Apalagi ketika mereka datang sambil melakukan pertunjukkan drumband, suaranya terdengar sampai rumah kami,”ucapnya.

(ade/cr-265/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *