Terlibat Korupsi, Kepala Kampung Diganti

Wabup Marthin Yogobi, SH, MHum saat menyerahkan bantuan bahan makanan dalam kunjungannya ke kampung-kampung. (Denny/Cepos )

WAMENA-Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menegaskan bakal mengganti kepala kampung jika ditetapkan sebagai tersangka bahkan terlapor atas dugaan korupsi dana kampung atau bantuan lainnya dari pemerintah. Sebab tindakan -tindakan seperti ini dinilai sangat merugikan masyarakat sehingga warga diminta jika mempunyai bukti maka silahkan adukan ke kepolisian.
Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi, SH, MHum minta kepada masyarakat untuk melapor ke polisi jika ada dugaan korupsi di kampungnya. Tentunya laporan tersebut harus disertai bukti yang kuat. Sebab dana desa itu adalah bantuan yang diberikan pemerintah pusat kepada masyarakat langsung dan dikelola melalui kampung.
“Masyarakat punya hak melaporkan ke polisi supaya diproses. Begitu kepala kampung ditetapkan sebagai tersangka atau pelapor, saat itu juga bupati dan wakil akan mengeluarkan nota dinas sebagai pelaksana tugas,” ungkapnya jumat (27/8)
Marthin menegaskan bahwa tindakan itu pasti dilakukan. Karena itu, kepala kampung harus transparan terhadap penggunaan dana desa yang ia kelola kepada masyarakat, dan juga peruntukannya sesuai program yang disusun bersama.
“Saat ini pencairan sudah dilakukan dan kita pemerintah daerah harapkan dana itu digunakan dengan baik dan transparan, sehingga tidak menimbulkan permasalahan di tengah masyarakat,” tegas Wabub Marthin.
Ia juga menyatakan, dana kampung disalurkan oleh Presiden langsung ke kampung-kampung dan masyarakat yang merasakan, sehingga warga berhak mengawal penggunaanya juga berdasarkan kebutuhan masyarakat di kampung dan bukan keinginan individu atau kelompok.
“Sehingga kalau ada masyarakat yang tidak merasakan manfaat dana kampung, silahkan lapor ke polisi supaya kepala kampung yang bersangkuntan diproses. Harus ada yang berani melaporkan supaya ada pembelajaran,” katanya.
Ia juga menambahkan jika sebelumnya bupati dan wakil lebih banyak berkunjung ke distrik maka mereka akan mengubah agar lebih banyak ke kampung untuk melihat progres pengelolaan dana desa di kampung -kampung seperti apa dari dana desa itu.
“Misal kita kunjungan ke kampung A, itukan semua kepala kampung lain bisa datang, di sana mereka bisa lihat perkembangan yang ada di kampung A dan bisa menginspirasi mereka melakukan hal yang sama di kampungnya,” tutup marthin Yogobi. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *