Taman Budaya Expo Akan Direvitalisasi

Anggota DPR Papua meninjau taman budaya Papua di Expo, Waena Jumat (27/8) kemarin. (Noel/Cepos)

JAYAPURA –Pemerintah Provinsi Papua akan merevitalisasi taman budaya Papua di Expo Waena. Sebelum direvitalisasi Ketua Kelompok Khusus (Lokus) DPR Papua , John NR Gobay memberikan saran agar proses revitalisasi taman budaya dapat berjalan baik.
Kepada Cenderawasih Pos Ketua Kelompok Khusus DPRP John NR Gobay mengatakan pihaknya memberi apresiasi kepada Gubernur Papua yang telah menyetujui usulan dari seniman-seniman di Tanah Papua .
“Taman budaya sebagai wadah pelestarian seni dan budaya Papua harus dapat mengadakan pameran dan pagelaran seni, menjual cinderamata, membangun art shop, bagi para wisatawan dan masyarakat lokal yang terdapat di wilayah sekitar taman budaya maka kami menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Papua dan Ketua DPR Papua ,” katanya.
Nantinya kata Gobay, di taman budaya tersebut, akan ada pameran-pameran sebagian besar menampilkan hasil karya dari masyarakat adat Papua yang berupa seni lukis dan aneka seni rupa dan lainnya.
‘ Para ondoafi sebagai pemimpin adat saya berkeyakinan mereka punya keinginan agar adat tetap terjaga kelestariannya sehingga dapat dibicarakan termasuk kompensasinya di para-para adat dengan ondoafi dan masyarakat adat heram,” katanya.
Saran lain yang menurut dia cukup penting adalah menata aset karena taman budaya Papua adalah aset pemerintah oleh karena itu Pemprov harus mendata atau mengidentifikasi mana aset provinsi dan mana aset kabupaten.
Ia menambahkan, taman budaya Papua yang adalah kampung seni, ikon wisata serta museum Noken, museum budaya serta tempat pentas, stand pameran, tempat pelatihan serta gedung pertunjukan adalah kebutuhan riil.
” Pemerintah Provinsi berkewajiban untuk mengaktifkan aset Pemprov Papua Taman Budaya Papua di lahan bekas Expo Waena maka mari kita mengembalikan kemeriahaan expo Waena dengan mengefektikan sebagai Taman Budaya Papua . Dinas kebudayaan tidak boleh lagi digabung dengan Dinas lain dan tunjuk kepala dinas yang paham budaya dan seni agar dapat efektif,” katanya. (oel/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *