Panglima TNI Apresiasi Vaksinasi Jemput Bola

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto SIP di sela-sela kunjungan kerjanya ke Papua, Kamis, (26/8). (Dok lanud Silas Papare)

SENTANI- Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengapresiasi strategi vaksinasi jemput bola yang diterapkan oleh Lanud Silas Papare.
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto SIP, pada saat memimpin diskusi dan tatap muka dengan Forkopimda Provinsi Papua, Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura bersama Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si, , Kamis (26/8).
“Ada 2 strategi vaksinasi saat ini, yaitu strategi vaksinasi terpusat dan strategi vaksinasi jemput bola. Kita akan ke wilayah-wilayah. Contoh dari Lanud Silas Papare kemarin menggunakan perahu kecil untuk mendatangi warga di pinggiran Danau Sentani untuk diberikan vaksinasi. Ini contoh yang bagus,” terang Panglima TNI.
Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan Oktober nanti, Papua akan menjadi tuan rumah PON XX, sebuah even olahraga nasional yang sangat bergengsi. Untuk itu, diperlukan kesiapan yang matang dari berbagai sisi, dan TNI-Polri akan mendukung penuh.
“Guna mendukung kesuksesan PON XX, seluruh elemen di Papua harus memiliki kesadaran yang tinggi terkait disiplin Protokol Kesehatan (Prokes) yang menjadi upaya pencegahan terbaik dan sudah harus menjadi kebutuhan serta bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Panglima TNI juga mengatakan, guna menyambut dan mendukung PON XX, masyarakat harus sehat, terhindar dari Covid-19. Masyarakat harus divaksin agar dapat menikmati pertandingan dari cabang olahraga yang dipertandingkan.
Panglima TNI juga memaparkan bahwa saat ini data indikator Provinsi Papua membaik, terutama dengan angka kematian yang rendah. Namun positivity rate masih tinggi di angka 12,90%. Sedangkan Kota Jayapura tinggi di perawatan dan positivity rate, angka kematian rendah.
Menurutnya, perawatan yang baik mampu menekan angka kematian, tetapi penularan masih cukup tinggi di tengah masyarakat. Demikian pula dengan Kabupaten Jayapura. “Tracing kontak erat perlu diperbaiki agar penularan berkurang, dan positivity rate menurun. Dengan tracing yang sesuai standar, dapat mempercepat penanganan pasien yang terkonfirmasi positif,”tegasnya.
Sementara itu, terkait vaksinasi, Panglima TNI menyampaikan bahwa Pemkab bersama instansi terkait, TNI-Polri, BNPB, Kemenkes harus meningkatkan sinergi, komunikasi, koordinasi dan kolaborasi dalam manajemen vaksinasi.
Panglima TNI bersama Kapolri selanjutnya meninjau penggunaan Aplikasi Silacak yang diawaki oleh 4 pilar yang bertugas sebagai petugas yang melakukan tracing di lapangan.
Saat mengecek para petugas 4 pilar, Panglima TNI menyampaikan bahwa setiap petugas harus aktif untuk bergerak dan mengupdate info setiap kasus disertai dinamika yang ada. “Kita harus total, untuk melaksanakan tracing kontak erat dan menjaga masyarakat dari Covid-19. Perkuat pendampingan bagi saudara-saudara dan pantau perkembangan kesehatannya,”tegasnya.(roy/tho)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *