Momentum Kebangkitan Seni Budaya Papua

(Kiri – Kanan) Jefri Nendisa, Drs Ricard Waromi MBA, Metusalem Wopari, Yonas Nusi dan Maulana Muhammad ketika memberi keterangan soal agenda Temu Kangen para senima dan seniwati di Jayapura, Jumat (27/8). Kegiatan temu kangen ini akan digelar di Jayapura 31 Agustus mendatang. (Gamel Cepos)

*Temu Kangen Seniman Seniwati
JAYAPURA – Penggiat seni di tanah Papua nampaknya bakal segera turun gunung. Jika selama ini lebih banyak berdiam diri dan melakukan aktifitas apa adanya, kini berbeda. Kegiatan temu kangen seniman dan seniwati di Papua se Indonesia akan dijadikan momentum untuk menyatukan visi besar soal akan dibawa seniman dan seniwati Papua ini ke depan. Temu kangen ini juga akan dirumuskan soal bagaimana kontribusi pemerintah dan penggiat seni untuk bergandengan tangan jalan bersama.
“Bisa saya katakan 80 persen pekerja seni ikut menunjang pembangunan di Papua dan untuk menjaga kekuatan budaya Papua perlu disiapkan panggung agar seniman bisa berekspresi dan mengembangkan seni yang digeluti,” kata Yonas Nusi selaku Ketua Panitia Temu Kangen saat ditemui di Jayapura, Jumat (27/8). Kegiatan tersebut akan digelar di Jayapura pada 31 Agustus nanti dan menurut Yonas perlu penyamaan persepsi soal seniman dan seniwati memiliki kontribusi dan tidak bisa dipandang sebelah mata untuk sebuah pembangunan yang dimulai dari akarnya.
“Seni adalah pikiran Allah tentang kebersamaan, solidaritas dan lainnya. Saya meminta pemerintah ikut peduli melihat potensi anak – anak Papua yang mempunyai talent, para penggiat seni ini jangan dibiarkan sendiri,” pintanya. Disini Yonas didampingi Metusalem Wopari selaku Ketua Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Provinsi Papua, Ricard Waromi, MBA selaku Sekretaris KSBN, Jefri Nendisa selaku Wakil Ketua Panitia dan Maulana Muhammad, Sekretaris Panitia meminta agar pemerintah memberi ruang, menyiapkan “panggung” agar pekerja seni bisa menuangkan hasil karyanya. “Kami minta seperti itu, seniman difasilitasi untuk panggungnya,” imbuhnya.
Ketua KSBN, Metusalem Wopari menambahkan bahwa pihaknya mendorong event temu kangen senima seniwati ini karena telah masuk dalam program kerja. “Meski pandemic kami pastikan kerja kerja kami terkait seni tetap berjalan,” bebernya. Kegiatan ini akan menghadirkan 50 penggiat seni dan memberi ruang kepada 1000 peserta zoom meeting dan Dubes New Zealand, Tantowi Yahya akan menjadi keynot speaker. Muhammad Maulana menambahkan bahwa temu kangen ini menjadi sebuah mimpi yang sudah lama ingin diwujudkan dan ia memastikan namanya seni budaya itu tak ada sekat sebab yang ada adalah karya.
“Diakhir nantinya ada deklarasi bersama dan Papua kami dorong menjadi jantung seni dan budaya yang akan menyebar ke seluruh penjuru negeri,” tambahnya. Seniman Jefri Nendisa menjelaskan semangat ini muncul dari obrolan ringan dan ternyata responnya sangat luar biasa bahkan dari luar negeri juga menungu adanya event ini
Banyak yang tidak terpikirkan dalam rencana ini. Ini terpanggil dari obrolan di media social dan responnya hingga ke luar negeri dan itu membuat kami merinding. “Konsepnya sederhana, datang umpul dan berbicara dan moment PON itu tepat untuk menyampaikan siapa kita dan ini karya kita dan ini waktunya seniman bangkit,” pungkasnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *