Masih Banyak Yang Perlu Dilengkapi di Stadion Mandala

Tim Pansus PON dan Peparnas Papua saat meninjau Stadion Mandala Jayapura, Jumat (27/8) sore kemarin. (Erik / Cepos)

PON Papua 2021

JAYAPURA – Tim Panitia Khusus (Pansus) PON XX dan Peparnas XVI Papua terus mengecek kesiapan venue yang akan digunakan saat pelaksanaan PON XX maupun Peparnas XVI Papua 2021 mendatang. Jumat (17/8) sore kemarin, tim Pansus menyambangi Stadion Mandala Jayapura itu mengecek kesiapan seluruh fasilitas pendukung yang ada di Stadion Mandala Jayapura.

Sejatinya, Stadion Mandala Jayapura akan digunakan sebagai venue pertandingan cabang olahraga Sepakbola untuk PON XX 2021 dan opening-closing ceremony Peparnas XVI Papua. Namun dalam kunjungan tim Pansus yang diketuai oleh Jack Komboy menemukan beberapa ruangan yang belum memiliki fasilitas pendukung.

Termasuk ruang ganti pemain yang belum memiliki pembersih sepatu, ruang wasit, ruangan panitia, pengawas pertandingan yang belum dilengkapi dengan sofa, TV, kulkas, komputer. Nantinya, peralatan-peralatan tersebut akan dilengkapi oleh pihak PB PON.

Akmar, selaku penanggung jawab Stadion Mandala Jayapura juga membeberkan, bahwa saat ini tahap perawatan kembali menjadi tanggung jawab oleh Dinas PUPR Provinsi Papua, setelah mengambil alih dari pihak KONI Papua.

“Stadion baru 2 hari perawatan, dan selama ini tidak dirawat karena di KONI tidak ada anggaran. Dan Dinas PU Provinsi yang ambil alih soal perawatan. Kami mulai cat, dan rencana stadion kami akan tutup selama 1 bulan. KONI juga tidak bisa disalahkan karena anggaran sudah jalan baru diserahkan,” ujar Akmar.

Akmar juga membeberkan, bahwa yang menjadi ketakutan mereka saat ini menyangkut dengan kondisi genset stadion. Pasalnya selama ini dua genset yang ada di stadion tidak pernah beroperasi selama ditangani oleh KONI Papua.

“Gensetnya tidak rusak, kendala tidak dirawat saja, karena tidak ada anggaran. Karena mau dirawat harus ada uang. Sekarang Dinas PUPR ambil alih,” ucap Akmar.

Sementara itu, Ketua Pansus PON dan Peparnas, Jack Komboy mengatakan, bahwa Stadion Mandala Jayapura memiliki standarisasi AFC, sehingga sangat mewah untuk pelaksanaan PON. Hanya saja, Jack Komboy berharap fasilitas pendukung pada beberapa ruangan dapat dilengkapi jauh hari sebelum pertandingan.

“Kami sudah cek kesiapan Stadion, dan sebelum pelaksanaan pertandingan sepakbola PON pada 27 September yang kurang-kurang harus dilengkapi. Begitu juga sebelum pelaksanaan pembukaan Peparnas,” pungkas Jack Komboy.

Sementara itu, salah satu anggota salah satu anggota Pansus, Nathan Pahabol juga mendesak PB PON agar bisa menyelesaikan apa yang belum lengkap sebelum pertandingan.

Bahkan Pahabol juga juga mendorong agar perawatan dan pemeliharaan nantinya diserahkan kepada Disorda Papua. “KONI tugasnya hanya menyediakan atlet, atlet boleh datang latihan di Stadion tapi yang merawat Disorda, agar anggaran bisa disiapkan. KONI hanya pembinaan atlet dan ini (perawatan) Disorda punya tugas,” pungkasnya. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *