Layanan Rapid Antigen di Bandara Sentani Tetap Dibuka

Petugas klinik ASA tampak standby menunggu calon penumpang yang akan melakukan pemeriksaan Rapid Antigen di Bandara Sentani, Jumat (27/8). (Robert Mboik Cepos)

*Sehari Hanya 30 Sampai 50 Orang yang Diperiksa*

SENTANI-Klinik ASA masih membuka layanan pemeriksaan Rapied Antigen di Bandara Sentani, kendati demikian, jumlah calon penumpang yang menggunakqn layanan ini tidak signifikan alias turun drastis. Ini terjadi sejak pemerintah pemberlakukan pembatasan aktivitas dan pembatasan penerbangan bagi calon penumpang pesawat.
“Orang malas berangkat karena persyaratannya terlalu banyak. Harus dipenuhi oleh masyarakat sehingga ini juga mempengaruhi jumlah penumpang yang akan berangkat dari Bandar Udara Sentani, ” ujar Ambang, salah satu petugas Klinik ASA di Bandara Sentani, Jumat, (27/8).
Lanjut dia, dalam sehari, jumlah penumpang yang melakukan pemeriksaan Rapid Antigen di Bandar Udara Sentani itu, tidak lebih dari 50 orang.
“Sehari antara 30 sampai 50 orang yang diperiksa,” ujarnya. Di satu sisi, untuk mendapatkan layanan PCR bagi calon penumpang ini cukup sulit. Selain karena penyediaan fasilitas yang terbatas, harga layanan PCR yang tergolong mahal.
“Sekarang untuk satu kali PCR itu harganya Rp 550 ribu, ” jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, untuk pelayanan pemeriksaan Covid-19 bagi calon penumpang di Bandar Udara Sentani masih dilayani khusus untuk penerbangan intra Papua. Ada beberapa bandara tujuan yang masih menggunakan hasil negatif Rapid Antigen sebagai syarat perjalanan bagi penumpang pesawat.
Sementara itu untuk beberapa bandar udara di luar Papua sudah menerapkan wajib hasil tes PCR bagi para penumpang pesawat. Hal ini memang sengaja diterapkan oleh pemerintah untuk membatasi dan menekan penyebaran Covid-19 yang sampai saat ini masih terus terjadi. (roy/tho).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *