Hukuman Kepala Kampung Sota Diperberat

Radot Parulian, SH, MH. (Sulo/Cepos )

MERAUKE-Pengadilan Negeri Merauke memperberat hukuman Kepala Kampung Sota Adolof Mbanggu dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya. Oleh Majelis Hakim PN Merauke, terdakwa dijatuhi hukuman selama 5 tahun penjara. Sementara tuntutan Jaksa Umum sebelumnya selama 3 tahun.
“Terdakwa dijatuhi hukuman selama 5 tahun penjara,” kata Kajari Merauke Radot Parulian, SH, MH, melalui Jaksa Penuntut Umum Rahmawati, SH, ditemui Jumat (26/8).
Sidang putusan yang digelar Kamis (25/8), dibacakan hakim Indra Swara Nugraha, SH. Oleh Majelis Hakim, terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal KUHP. Atas putusan tersebut, baik terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum masih pikir-pikir. Majelis Hakim memberikan waktu selama 7 hari menentukan sikap menerima atau banding.
Sebagaimana diketahui, kasus penggelapan bantuan untuk rumah ibadah yang ada di Sota tersebut berawal saat PLN memberikan hibah sebesar Rp 100 juta sekitar bulan Maret 2018. Bantuan Rp 100 juta itu ditransfer lewat rekening terdakwa sebagai Kepala Kampung Sota di salah satu perbankan yang ada di Merauke.
Setelah uang tersebut ditransfer, terdakwa tidak meneruskan ke 10 rumah ibadah yang menerima di Sota yakni GPI Eden Sota, Gereja Katolik Santo Petrus Paulus Sota, GPDI Karmel Sota, gereja Advent Sota, Gereja Bethel Sota, GKII Imanuel Sota, Masjid Nurulk Huda Sota Musala Darul Falah Sota dan Komunitas Kasih Karunia Sota.
Namun uang tersebut dipergunakan terdakwa untuk kepentingan pribadinya. Karena tak kunjung disalurkan, sehingga terdakwa dilaporkan ke Polres Merauke. Selanjutnya pada Maret 2021 lalu dilakukan penangkapan terhadap terdakwa untuk proses hukum lebih lanjut. (ulo/tri)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *