Hari ini, Pemda Biak Launching Ekspor Ikan

Bupati Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd saat memperlihatkan sejumlah kepiting yang akan dikirim pada saat launching, di Unit Penampungan Ikan (UPI) Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Biak Numfor, Jumat (27/8) kemarin. (Fiktor/Cepos)

Ditandai dengan Pelepasan Pengiriman 25 Ton Tuna Frozen, Kepiting dan Lobster
BIAK-Pemerintah Kabupateh Biak akan melakukan launching terhadap ekspor ikan ke luar negeri, Sabtu (27/8) hari ini. Launching itu akan ditandai dengan pengiriman 25 ton ikan tuna frezen, 150 Kg tuna jenis loin, 402 ekor kepiting dan 33 ekor lobster.
Pengiriman ikan tuna frozen akan menggunakan kapal karena kapasitasnya hampir mencapai 2 konteiner, sementara untuk tuna jenis loin, kepiting dan lobster akan dikirim langsung menggunakan maskapai penerbangan Sriwijaya Air.
Sesuai dengan rencana launching tersebut akan dilakukan langsung secara virtual oleh Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersama Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd ditandai dengan pengiriman Lobster, Kepiting dan Loin Luna ratusan kilo gram dengan menggunakan maskapai penerbangan Sriwijaya Air.
“Semua persiapan sudah dilakukan, koordinasi ke kementerian terkait juga sudah, oleh karena itu besok (hari ini ) Sabtu 28 Agustus 2021 akan dilakukan launching. Dilaunching ini akan dilakukan pengiriman lobster, kepiting dan loin tuna meggunakan pesawat,” kata Bupati Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd saat ditemui disela-sela melihat kesiapan launching ekspor ikan, di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Biak Numfor, Jumat (27/8) kemarin.
“Memang belum banyak, namun ini sebagai tandai dimulainya ekspor ikan saja dulu, sementara untuk yang akan dikirim dalam jumlah puluhan ton menggunakan kapal laut. Yang menggunakan kapal laut ini adalah tuna beku,” lanjutnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Biak Numfor Efendi Igiriza, S.Pi.,MM mengatakan, bahwa ikan-ikan tuna yang akan diekpsor tetap akan memberdayakan masyarakat, bahkan untuk sementara semua ikan masyarakat nelayan yang dibeli dan ditampung di cold storage. Hanya saja diminta supaya dalam mengambil ikan, para nelayan memperhatikan kualitas ikan yang akan dikirim atau diekspor.
“Ikan tuna ini tidak semua sama, ada tiga klasifikasi, antara lain ikan tuna dengan A, B dan C. Yang dinyatakan kelas A memiliki daging cukup merah, kelas B agak merah dan kelas C dagingnya terlihat tidak terlalu merah dan pucat, dan yang sementara banyak dikumpul yang kelas C, memang awal-awalnya banyak tuna kelas A yang dibawa ke cold storage,” ujar Efendi.(itb/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *