Erick Tohir: Anak Muda Papua Harus Cetak Wirausaha yang Handal

Suasana Musda Jkon Kota Jayapura yang dihadiri sejumlah komunitas yang digelar di Café Humbold Entrop, Jumat (27/8). Kelompok muda di Jayapura diminta bisa menciptakan ruang kreatifitas dan mendukung Kota Jayapura menjadi kota kreatif yang tidak melupakan kearifan lokal. ((Gamel Cepos)

JAYAPURA – Menteri BUMN, Erick Tohir berpendapat bahwa masyarakat di Papua khususnya anak – anak muda patut menjawab tantangan global terkait kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menggali potensi dalam aspek ekonomi kreatif. Ini menurut mantan pemilik klub sepakbola Inter Milan ini agar Papua tidak hanya menjadi market bagi pemodal melainkan menjadi tempat untuk berwirausaha dengan banyak pebisnis yang hebat. Ia menyarankan akses pasar digital harus bisa dimainkan agar pasar UMKM bisa naik kelas.
“Saat ini semua bentuk promosi menggunakan teknologi digital dan ini harus dimanfaatkan oleh teman – teman kreatif di Jayapura ataupun Papua. Saya pikir kagiatan Ko Oke bisa menjadi katalisator untuk mendorong ekonomi kreatif terus tumbuh di Jayapura,” jelas Erick secara virtual pada pembukaan musyawarah daerah Komunitas Orang Kreatif – Jkon 2021 yang digelar di Café Humbold Entrop, Jumat (27/8). Namun Erick meminta empat stakeholder mulai dari pemerintah, media, pihak swasta, akademisi dan komunitas ikut digandeng dan berjalan bersama – sama.
Musda ini mengambil topik merajut aktifitas dari timur dimana menurut Ketua Jkon Jayapura, Deny Jackson dampak dari pandemic diyakini memukul semua sektor. Karenanya dengan kota yang terus mengarah pada smart city diperlukan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, media dan komunitas. “Perlu upaya untuk saling menguatkan dan kita tak bisa jalan sendiri. “Nampaknya tidak mungkin jika kita ingin berkreasi hanya mengandalkan diri sendiri. Ini waktunya jalan bersama atau berkolaborasi,” tambahnya. Sementara Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano yang diwakilkan Asisten I Kota Jayapura, Evert Meraudje menyampaikan rasa bersyukur karena anak – anak muda mau bergerak berkontribusi tanpa mengabaikan kearifan local.
“Pemerintah menunggu ide ide kreatif anak – anak muda Jayapura. Tunjukkan jika Kota Jayapura adalah kota yang kreatif dan ia mengajak saling mendukung sub sector yang ada,” beber Evert. Dengan dibentuknya jaringan komunitas kreatif numbay ini pemerintah ikut mengapresiasi karena telah menampung banyak aspirasi usaha – usaha dan terus berkembang serta menghadirkan investor – investor baru. “Saya melihat mereka yang terlibat dalam komunitas ini memiliki tujuan yang mulia dan ingin menjadikan Jayapura sebagai kota yang kreatif menuju modernisasi tanpa meninggalkan kearifan local,” imbuhnya. (ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *