Polisi Utamakan Pengembalian Beras PPKM ke Warga

Beras Bantuan PPKM Tahap II dari Presiden untuk Distrik Wouma yang diduga diselewengkan. (Denny/ Cepos )

WAMENA-Satgas Pangan Kabupaten Jayawijaya memastikan akan mengutamakan pengembalian beras yang diduga diselewengkan, kepada warga yang berhak, dari pada melakukan proses hukum.
“Sebab warga lebih membutuhkan beras bantuan dari pemerintah pusat dalam masa pandemi, penegakan hukum adalah pilihan terakhir apabila pangan atau uang tunai bantuan itu tak kembali ke masyarakat.”ungkap Ketua Satgas Pangan Jayawijaya yang juga Kasat Reskrim Polres Jayawijaya Iptu Mattinetta, S,Sos, MM, Kamis (26/8) kemarin.
Menurut Iptu Mattinetta, selain kasus di Wouma kemarin juga ada yang pernah melaporkan jika pangan beras itu disalahgunakan atau dijual. “Beras itu bisa kami kembalikan ke distrik karena arahan kita dari pimpinan penindakan hukum itu paling terakhir,”jelasnya kemarin.
Harapan dari pemerintah pusat, lanjut Mattinetta bantuan yang diberikan harus sampai kepada masyarakat. Oleh karena itu, kalau warga Wouma sudah membuat laporan, maka pihaknya akan menerima dan melakukan pencarian dimana 4 ton beras sisa beras PPKM bantuan presiden itu diselewengkan.
“Kita akan mencari yang menyimpan beras itu dan akan dikembalikan kepada masyarakat yang berhak menerima bantuan itu, tujuan pemerintah bukan penegakan hukum yang pertama namun terakhir karena bantuan ini diberikan kepada masyarakat kecil dalam masa pandemi Covid -19,”jelasnya
Secara terpisah Kepala Bulog Wamena Sudarsono mengakui jika pihaknya sudah memanggil Transpoter yang mengeluarkan beras untuk Distrik Wouma untuk mempertanyakan beras tersebut, namun ia tak mengetahui karena beras itu diserahkan kepada pendamping distrik untuk diserahkan kepada masyarakat.
“Saya sudah panggil transpoternya dan mempertanyakan masalah itu, namun ia tidak tahu karena pada saat beras itu dikeluarkan bersamaan dengan distrik lain sehingga ia pergi mengantar beras ke distrik lain dan untuk Wouma diserahkan kepada pendamping,” jelas Sudarsono yang mengaku berkoordinasi dengan polisi untuk mencari beras itu. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *