Gubernur Diminta Tidak Terlalu Lama Non Job-kan Aloysius Giyai

Suasana Sertijab Direktur RSUD Jayapura dari pejabat lama drg. Aloysius Giyai, M.Kes kepada pejabat baru dr. Anthon Tony Mote di halaman parkir lantai III, Rabu (26/8) pagi. (Foto/Dok.RSUD)

JAYAPURA-Serah terima jabatan (Sertijab) Direktur RSUD Jayapura dari pejabat lama drg. Aloysius Giyai, M.Kes kepada pejabat baru dr. Anthon Tony Mote telah berlangsung, Rabu pagi (26/8) di halaman parkir rumah sakit peninggalan Belanda itu. Plt. Sekretaris Daerah Papua, Dr. Ridwan Rumasukun mewakili Gubernur Papua memimpin acara sertijab ini.
Dengan sertijab ini, tugas Aloysius Giyai telah selesai. Ia non job. Kondisi ini memicu keprihatinan sejumlah kalangan. Salah satunya ialah penggagas Noken Papua untuk Unesco asal Mee Pago, Titus Pekei.
Menurut Titus, melihat rekam jejak dan karyanya yang luar biasa, Gubernur tidak boleh membuang begitu saja seorang putra asli Papua seperti Aloysius Giyai yang penuh talenta dan berdedikasi, melainkan harus memberikannya tugas di tempat yang baru.
“Tidak boleh di-non jobkan terlalu lama, melainkan harus diberikan posisi strategis lainnya di pemerintahan provinsi Papua,” tegas Titus.
Titus Pekei menilai, sebenarnya belum ada alasan yang cukup kuat untuk menggantikan drg. Aloysius Giyai, M.Kes sebagai Direktur RSUD Jayapura. Tetapi hal ini sudah terjadi dan Aloysius pun menerima keputusan itu sebagai bawahan Gubernur.
“Saya mendengar, Aloysius ini kan kader yang disiapkan juga oleh Lukas Enembe. Alo kuliah, Lukas juga memberikan support. Artinya, ikatan emosional ini tiba-tiba putus, hanya karena dipicu oleh para pembisik dengan kepentingannya. Ini tentu tidak baik dan merusak gubernur sendiri. Harusnya dia diberi kepercayaan di tempat lain,” kata Pekei.
Aloysius Giyai, lanjut Titus, selama ini dikenal sebagai sosok pekerja keras yang juga memberi perhatian yang luar biasa terhadap kehidupan masyarakat Papua. Beliau juga sangat profesional menjalankan kebijakan Gubernur Papua di bidang Kesehatan, sehingga sangat memberikan rasa nyaman bagi masyarakat menghadapi PON XX dan situasi penanganan pandemi yang belum berakhir ini.
“Dokter Alo adalah pekerja medis Papua yang paham tupoksinya dan terus konsisten berkarya di tanah ini. Ia sudah teruji pada bidangnya sebagai tenaga professional, karena itu wajar dalam situasi seperti saat ini publik bertanya-tanya, bahkan menduga kalau pergantian ini sebagai kesalahan informasi yang diterima Gubernur Papua, ” kata Titus.
Titus mengatakan, ia mengenal baik drg Aloysius Giyai, M.Kes. Menurut Titus, Aloysius Giyai adalah sosok yang memiliki karakter dan teruji sejak masih mahasiswa. Selesai dari mahasiswa, Aloysius Giyai mau kembali ke Papua, dan bekerja sebagai pegawai negeri sipil juga mulai dari bawah.
Pekerjaan sebagai dokter spesialis gigi dimulai sebagai staf medis, kemudian menanjak naik pada tugas dan jabatan lebih besar hingga dikenal masyarakat luas. Selama dua periode kepemimpinan Gubernur Lukas Enembe ini, drg Aloysius Giyai merupakan birokrat terdepan yang menjalankan kebijakan bidang kesehatan.
Sejak diangkat menjadi Direktur RSUD Jayapura dokter Aloysius Giyai sudah mengubah wajah rumah sakit peninggalan Belanda dengan membangun infrastruktur, melengkapi fasilitas kesehatan dan meningkatkan mutu pelayanan.
Aloysius Giyai sudah menempati posisi teratas jabatan kesehatan di Papua untuk mendobrak permasalahan kesehatan bagi negeri tanah tercintanya. Ia tidak hanya punya pengetahuan dan kemampuan teknis di bidang kesehatan, melainkan juga punya hati terhadap masyarakatnya dan komunikator yang baik untuk semua orang.
“Kalau dilihat dari rekam jejak, wajar pula kalau banyak kalangan mempertanyakan gerangan apa yang membuat gebernur mengambil keputusan untuk mencopot drg Allo dari jabatan direktur RSUD Jayapura dan tidak segera memberikannya jabatan baru. Saya berharap, setelah mendapat reaksi publik, gubernur bisa mengambil langkah yang tepat dan arif untuk Aloysius,” tegasnya.
Apresiasi Dokter Aloysius
Plt. Sekretaris Daerah Papua, Dr. Ridwan Rumasukun dalam sambutannya saat memimpin Sertijab menyampaikan kesannya kepada Aloysius sebagai publik figur yang dikenal luas oleh masyarakat se-Tanah Papua.
“Semoga dengan pergantian pada hari ini, karir dokter Alo makin meningkat. Tuhan yang paling tahu, apa yang terbaik untuk dokter Alo. Kita semua mengingingkan beliau ada pada posisi yang sekarang, tapi yang kuasa dari mahakuasa menentukan lain,” kata Rumasukun.
Menurut Rumasukun, sejumlah gebrakan kebijakan yang dibuat oleh Aloysius dan para wadir yang lalu, bisa dilanjutkan oleh direksi yang baru. Alo, lanjutnya, adalah sosok yang berpengalaman di dunia kesehatan Papua. Ia telah bersama teman-teman sejawat, membantu kita membangun pelayanan di RSUD Jayapura dan seluruh rumah sakit di Papua menjadi lebih baik hari ini.
“Kepada pejabat yang lama, kami berterima kasih dan memberi penghargaan yang tinggi atas pengabdian kalian. Hanya Tuhan yang bisa membalas kebaikan bapak ibu. Bagi pejabat yang baru, ikuti yang baik dari senior, lakukan yang terbaik sehingga image masyarakat terhadap rumah sakit ini makin baik,” tegasnya.
Direktur RSUD Jayapura dr. Anthon Mote menyampaikan hal serupa. “Di mata kami, kaka dokter Alo adalah adalah tokoh, yang menjadi spirit kami anak-anak muda dari dulu, yang berkarya dari RSUD Abepura, Dinas Kesehatan Papua hingga Direktur RSUD Jayapura. Kami ucapkan terima kasih atas semuanya. Apa yang dipercayakan Gubernur kami siap laksanakan. Apa yang sudah diletakkan dokter Alo kami siap lanjutkan sebagai sebuah misi perubahan di dunia kesehatan, terutama sesuai master plan rumah sakit,” katanya.
Sementara itu, drg. Aloysius Giyai, M.Kes dalam sambutannya mengucap syukur atas apa pun yang terjadi dalam karir yang dijalaninya. Sebab ia percaya, ada rancangan Tuhan yang disiapkan baginya ke depan. Pergantian pejabat ASN dalam pandangannya adalah hal biasa. Sebab semua kewenangan ada pada Gubernur Papua selaku pimpinan tertinggi.
“Kurang lebih satu tahun tujuh bulan, saya bersama tiga wakil direktur ada di sini ada kesalahan kekhilafan, mohon maaf sebesar-besarnya. Karena setiap orang pasti memandang sesuatu dengan caranya masing-masing sesuai profesi, tingkat pendidikan, budaya, perilaku, kebiasaan bahkan kepentingan masing-masing. Kami serahkan tadi surat terima tugas dan dokumen DPA induk, DPA draft Perubahan APBD 2021, Rekomendasi akreditasi oleh surveyor, dan master plan rumah sakit RSUD Jayapura. Silahkan dilanjutkan, tugas kami sudah selesai. Terima kasih kepada gubernur yang telah mempercayakan kami,” katanya. (*/tim/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *