Dijadikan Mess Atlet PON, Eks RSBP Direnovasi

Uskup Agung Merauke Mgr Petrus Canisius Mandagi, MSC didampingi panitia pembangunan saat meninjau rehab eks RSBP sebagai salah satu tepat penginapan atlet PON XX, kemarin. (Sulo/Cepos )

MERAUKE – Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC, melakukan peninjauan terhadap eks Rumah Sakit Bunda Pengharapan (RSBP) yang saat ini direnovasi dengan biaya dari pemerintah pusat.
Eks RSBP yang direnovasi tersebut disiapkan untuk akomodasi atau salah satu tempat untuk menampung para Atlet PON XX. Seusai meninjau renovasi tersebut, Uskup Mandagi yang dikenal ceplas ceplos ini dibuat cukup kagum. ‘’Luar biasa,’’ tandas Uskup Mandagi.
Selanjutnya, Uskup Mandagi menyampaikan terima kasih kepada pemerintah karena sudah merenovasi tempat tersebut. Karena setelah renovasi, akan menjadi tempat para atlet menginap. Setelah PON XX selesai nanti, lanjut Uskup, nantinya akan diserahkan ke Keuskupan Agung Merauke.
Menurut Uskup, tempat ini nantinya akan ditempati sebagai tempat pembinaan para calon imam. “Terima kasih ya kepada pemerintah,” katanya.
Gedung ini, kata Uskup mempunya arti yang sangat besar bagi masa depan keuskupan. ‘’Jadi pemerintah harus bangga. Karena sesudah dipakai PON akhirnya akan dipakai untuk pembinaan para calon imam Keuskupan Agung Merauke,’’ jelasnya.
Uskup Mandagi menjelaskan bahwa gedung yang besar ini selain digunakan untuk Seminari Menengah Pastor Bonus, juga bisa digunakan untuk retret dan pertemuan-pertemuan lain. Uskup Mandagi juga menyampaikan syukur karena ternyata umat Keuskupan Agung Merauke bukan umat yang pasif . Tapi umat yang aktif dan punya konsen untuk pembinaan calon-calon imam Keuskupan Agung Merauke.
Keaktifan dan keterlibatan ini, lanjut Uskup melalui pemagaran keliling kompleks seminari menengah Pastor Bonus Merauke itu dengan menyumbangkan yang ada padanya. “Terima kasih ya, saya ucapkan kepada umat yang terlibat. Ini sangat penting dan sangat berarti dan menjadi kebanggaan dari Keuskupan Agung Merauke bahwa awam terlibat dalam persiapan pembinaan para calon imam. Luar biasa. Semoga semakin banyak awam yang terlibat, tentunya secara gratis dan sukarela,” pungkasnya. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *